Logo Bloomberg Technoz

"Dengan adanya penurunan BI rate, kami memperkirakan SRBI-rate akan turun lebih lanjut dari posisi terakhir 6,47% untuk SRBI-rate 12 bulan," ujarnya.

Selain itu, pemangkasan BI rate dapat berpotensi menurunkan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) karena ekspektasi aliran dana asing dan potensi peralihan (shifting) dana dari SRBI yang jatuh tempo ke obligasi pemerintah. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah diperkirakan bisa tetap stabil bila risiko global tidak berubah, diikuti dengan penurunan permintaan valas setelah pembayaran dividen dan musim pembayaran hutang di bulan April dan Mei.

"Ke depannya, BNI memperkirakan adanya ruang penurunan BI rate sebesar 25 bps lagi hingga akhir tahun dengan catatan nilai tukar masih tetap stabil," ujarnya.

Sebelumnya, BI menilai suku bunga perbankan masih tinggi meskipun regulator moneter ini telah menurunkan BI Rate pada Januari 2025. Oleh sebab itu, BI mendesak perbankan untuk menurunkan kembali suku bunga simpanan maupun suku bunga kredit.

Menurut catatan BI, setelah BI menurunkan BI rate pada Januari telah terjadi penurunan suku bunga Indonesia dari 6,03% menjadi 5,77% pada 20 Mei 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6 bulan telah turun dari 7,16% menjadi 6,4%; tenor 9 bulan turun dari 7,20% menjadi 6,44%; tenor 12 bulan turun dari 7,27% menjadi 6,47%.

Dari sisi imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) juga mengalami penurunan. Tenor 2 tahun turun dari 6,69% menjadi 6,19%, tenor 10 tahun turun dari 6,98% menjadi 6,84%.

Sementara itu, suku bunga perbankan masih relatif tinggi. Pada April 2025, bunga deposito 1 bulan mencapai 4,83% atau meningkat dari awal Januari 2025 sebesar 4,81%. Sejumlah bank juga memiliki suku bunga deposito yang lebih tinggi dari yang dipublikasikan. Bunga kredit pada April mencapai 9,19% sama dengan bunga kredit awal Januari 2025 sebesar 9,2%.

“Suku bunga perlu diturunkan untuk mendukung penyaluran kredit untuk pemndukung pertumbuhan ekonomi lebih tinggi,” terang Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (21/5/2025).

(lav)

No more pages