Logo Bloomberg Technoz

Kemudian, memperbaharui perjanjian TIFA (Trade and Investment Framework Agreement) dengan Amerika Serikat. Lalu memperluas bisnis atau investasi serta deregulasi daya saing.

Selanjutnya, melakukan tindakan strategis terhadap PHK dan kesiapan tenaga kerja. Melakukan ekspansi diversifikasi pasar, menjaga stabilitas moneter dan fiskal, serta mengantisipasi luapan impor.

Dalam pemaparannya, Chatib menyebutkan beberapa dampak kebijakan ekonomi Trump pada output, inflasi, serta neraca perdagangan dunia. Terdapat tiga bagian yaitu, pemotongan pajak, perang dagang, hingga terjadinya efek gabungan.

"Kesimpulannya, perpaduan ekspansi fiskal dan proteksionisme menciptakan dinamika seperti stagfilasi. Seperti harga yang tinggi, pertumbuhan stagnan, dan keseimbangan eksternal memburuk," jelasnya.

Pada 2 April 2025 lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal kepada mitra dagang yang memiliki surplus dagang dengan AS. Tarif terbesar diberikan kepada China sebesar 245%. Beberapa negara memilih menogosiasikan besaran tarif tersebut.

Kebijakan Trump tersebut setidaknya memberikan efek kepada perekonomian Indonesia. Seperti rupiah melemah, ancaman PHK massal, daya saing industri turun, penerimaan pajak turun, hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah.

(mef/roy)

No more pages