Logo Bloomberg Technoz

Pertumbuhan Ekonomi China Diprediksi Naik usai Jeda Perang Dagang

News
14 May 2025 16:20

Ilustrasi ekonomi China. (Bloomberg)
Ilustrasi ekonomi China. (Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Goldman Sachs Group Inc dan sejumlah bank besar dunia lainnya menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2025. Optimisme ini muncul setelah tercapainya kesepakatan sementara antara China dan Amerika Serikat (AS) terkait penurunan tarif, yang diperkirakan akan mendorong kinerja ekspor.

Para ekonom dari Goldman Sachs, JPMorgan Chase & Co, ING Groep NV, dan Bloomberg Economics pekan ini merevisi proyeksi mereka menjadi 4,6% atau lebih tinggi, dari sebelumnya serendah 4%. Dalam catatan yang dirilis Selasa (13/5/2025), Goldman menyebutkan bahwa China kemungkinan besar dapat terhindar dari kontraksi ekspor tahun ini setelah tercapainya kesepakatan untuk meredakan ketegangan dagang dengan AS.


Namun, kabar baik ini justru bisa mengecewakan pasar karena ekspektasi stimulus tambahan dari pemerintah berpotensi menurun. Stimulus seperti peningkatan belanja negara atau pinjaman publik mungkin tidak akan sebesar sebelumnya. Saham-saham China di Hong Kong sempat turun pada Selasa karena optimisme awal atas kesepakatan mereda, sebelum kembali menguat pada Rabu (14/5/2025) pagi.

JPMorgan pada Senin (12/5/2025) menghapus proyeksi sebelumnya terkait stimulus fiskal senilai 1 triliun yuan, yang semula diperkirakan akan diumumkan pada pertemuan Politbiro pada bulan Juli. Sementara itu, Goldman Sachs kini memperkirakan hanya akan ada satu kali pemotongan suku bunga sebesar 10 basis poin sepanjang sisa tahun ini, dibandingkan dua pemotongan yang sebelumnya diantisipasi.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi China. (Sumber: Bloomberg)