Di sisi lain, Aip mengakui harga komoditas kedelai global saat ini masih dihantui oleh ketidakpastian, termasuk imbas dari perang dagang akibat tarif Preside Donald Trump, yang turut menyasar Indonesia.
Jika hal tersebut, yang saat ini masih belum menemui titik terang, dia menyarankan Indonesia bisa saja mengalihkan impor kedelai dari AS ke negara lain, salah satunya Brasil.
"Kalau ada dampak perang tarif yang dilakukan Amerika ini, Indonesia bisa saja mengalihkan sebagian impornya ke negara-negara produsen/eksportir kedelai lainnya seperti Brasil, Paraguay dan Kanada atau dari negara lainnya," kata dia.
Aip juga memastikan stok kebutuhan kedelai nasional per Mei tahun ini masih terbilang cukup untuk memenuhi 1,5 bulan kebutuhan produksi tahu tempe yang berkisar 200-225 ribu ton per bulan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), porsi impor dari Amerika terhadal total impor kedelai Indonesia pada periode 2020-2024 berkisar di angka 83-90%. Impor kedelai dr Amerika pd th 2024 tercatat 88,89% dari total impor, menjadikan negara berpengaruh dari stok kedelai Tanah Air.
(ain)


























