Logo Bloomberg Technoz

Masukan Buruh ke Pemerintah Genjot Daya Beli: Permudah Regulasi

Sultan Ibnu Affan
07 May 2025 18:50

Buruh menghadiri perayaan Hari Buruh Internasional 2025 di Kawasan Monas, Kamis (1/5/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Buruh menghadiri perayaan Hari Buruh Internasional 2025 di Kawasan Monas, Kamis (1/5/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) meminta pemerintah untuk terus memperhatikan dan meningkatkan pemberian kemudahan perizinan bagi kalangan investor untuk memulai bisnisnya di Indonesia.

Permintaan tersebut dilakukan sejalan dengan torehan realiasi investasi hingga kuartal I tahun ini yang mencapai Rp465,2 triliun, mengalami kenaikan 15,9% secara tahunan (yoy), serta tumbuh 2,7% secara kuartalan (q-to-q).

"Di dunia industri Indonesia, ada daftar urutan hambatan investasi. Hambatan nomor satu itu masalah regulasi, mulai dari perizinan, perpajakan, pengadaan tanah, dan macam-macam," ujar Ketua KSPSI Jumhur Hidayat dalam keterangannya, Rabu (7/5/2025).


Jumhur mengatakan, penyebab terhambatnya para investor asing masuk ke Indonesia bukan dari dinamika sosial perburuhan. Ini tecermin dari tingkat hambatan industri oleh buruh berada di posisi kesebelas, yang diklaim  tidak terlalu berpengaruh ke minat investor.

Dalam data internalnya, penghambat utamanya ternyata adalah masalah regulasi yang menyangkut tentang mekanisme perizinan lahan, bisnis, hingga proses perpajakan.