"Kita bisa bekerja lebih semangat dan juga lebih cepat, lebih cermat. Target kita adalah zero accident, itu tidak ada kejadian keracunan di lapangan," kata Dadan.
Menurut dia, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memang memiliki tantangan berat untuk memastikan kualitas dan aspek higienis makanan yang akan dibagikan kepada para siswa. Sehingga, dia pun berencana mempertajam proses seleksi mitra dan supervisi infrastruktur.
Presiden Prabowo nampaknya optimis program unggulannya ini dapat tercapai secara penuh tahun ini. Dia terus mengungkap, BGN rencananya akan menyalurkan program MBG kepada sekitar 82,9 juta anak, ibu hamil, dan ibu menyusui pada November 2025 -- sisa enam bulan lagi.
"Teruslah bekerja dan berjuang. Setiap langkah perencanaan dan pengawasan yang saudara lakukan adalah bagian penting dari upaya besar kita dalam menjaga masa depan bangsa dan menyelamatkan generasi penerus Indonesia," ujar Prabowo.
(mef/frg)





























