"Keenam, mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat dalam mennyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan dilingkungan masing masing," tulis Sarman dalam keterangannya, Kamis (1/4/2025).
Ketujuh, Sarman menekankan pentingnya mengedepankan kepentingan bersama antara pengusaha dan pekerja dalam proses revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan. Terakhir, pengusaha berharap seluruh pihak dapat "Menjaga iklim usaha dan investasi yang kondusif untuk masa depan ekonomi Indonesia."
Selain itu, pada kesempatan yang sama, Sarman menyambut baik gagasan Presiden untuk membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional dan Satuan Tugas (Satgas) PHK.
Menurutnya, Dewan Kesejahteraan dapat menjadi wadah untuk memberikan masukan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan buruh, yang merupakan tanggung jawab bersama antara negara dan pengusaha.
"Sedangkan Satgas PHK tentu untuk memitigasi dan antisipasi agar PHK tidak terjadi,tentu harus ada campur tangan Pemerintah agar kelangsungan usaha terjamin," jelasnya. "Karena PHK umumnya merupakan langkah terakhir yang dilakukan Pengusaha jika prospek dan kelangsungan usahanya tidak memiliki peluang untuk bertahan dan bangkit."
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengguyur sederet ‘hadiah’ kepada kaum pekerja pada perayaan Hari Buruh atau May Day 2025, dengan menjanjikan pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan Kepala Negara di sela perayaan May Day di Monas, Jakarta Pusat.
"Saya ingin memberi hadiah kepada kaum buruh pada hari ini. Saya akan membentuk segera Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional, yang terdiri dari semua tokoh pimpinan buruh seluruh Indonesia," ujarnya.
Prabowo mengatakan tugas Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional nantinya adalah mempelajari kondisi ketenagakerjaan dan memberi nasihat kepada Presiden untuk kepentingan perlindungan buruh.
Dewan tersebut juga dapat memberikan masukan jika terdapat aturan ketenagakerjaan yang dinilai "tidak beres".
"Mana regulasi yang tidak benar, mereka beri masukan ke saya dan segera akan kita perbaiki," ujarnya.
(dhf)



























