Hanya saja, pasokan gas di Jawa Timur bakal mulai mencatatkan posisi minus pada 2027 mendatang, dengan posisi defisit 27 BBtud. Adapun, proyeksi defisit makin lebar ke level 194 BBtud pada 2035 nanti.
Di sisi lain, defisit gas untuk wilayah Sumatera Utara berada di rata-rata 12 BBtud sepanjang 2025 sampai dengan 2030. Nantinya, menurut proyeksi PGAS, defisit gas di Sumatera Utara bisa mencapai 96 BBtud pada 2035 nanti.
Menurut Arief, defisit gas di sejumlah kawasan itu terjadi akibat penurunan pasokan dari beberapa lapangan gas utama. Di sisi lain, dia mengatakan, perseroan belum mendapat pasokan gas baru dari dalam negeri.
“Utamanya karena penurunan natural atau natural declining dari pemasok yang belum dapat diimbangi dengan temuan cadangan dan produksi dari lapangan gas bumi baru,” ujarnya.
(mfd/naw)































