Hanya saja, otoritas perdagangan lagi-lagi tidak menjelaskan secara spesifik ihwal potensi jumlah aliran dana investasi asing yang akan masuk ke dalam negeri.
"Angkanya secara kuantitatif tidak disebutkan, tapi diprediksi akan meningkatkan investasi atau FDI jika ini akan diterapkan," tutur dia.
Buka Pasar Baru
Di sisi lain, kata Djatmiko, pemerintah juga tengah membuka akses pasar alternatif baru melalui sejumlah perjanjian kerja sama dengan berbagai negara yang juga dilakukan sejak 9 bulan ke belakang.
Beberapa kerja sama tersebut yakni kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA) dengan mekanisme bilateral dengan Uni Eropa, Australia, hingga Korea Selatan.
Kemudian, dalam waktu dekat ini, kata dia, Indonesia juga akan memperluas akses pasar ekspor di kawasan Amerika Utara, yang memungkinkan fasilitasi tarif maupun non-tarif.
"Kanada akan menjadi perjanjian pertama kita di Kawasan Amerika Utara," kata dia.
Begitu juga dengan satu negara di kawasan Afrika Utara, yakni Tunisia, negara-negara kawasan Amerika Latin, hingga eurasia seperti Rusia, Kazakhstan, Turkmenistan, Armenia, serta Belarusia.
(ibn/naw)
































