Tinjauan lebih mendalam terhadap data tersebut mengungkapkan bahwa kelas menengah sebagian besar masih berusia muda, dengan generasi milenial mewakili 24%. Mayoritas atau sekitar 78,6% dari kelompok ini juga tidak memiliki gelar sarjana, di mana paling banyak memiliki gelar sekolah menengah atas dan bekerja terutama di bidang jasa, seperti transportasi dan distribusi, pariwisata, dan ritel, yang mencakup sekitar 64,4% dari lapangan kerja.
Para pekerja muda ini sebenarnya memiliki potensi untuk mendapatkan manfaat dari kemajuan ekonomi tetapi menghadapi tantangan seperti hambatan untuk mendapatkan pekerjaan formal dan akses terbatas untuk pengembangan keterampilan.
"Untuk mengatasi tantangan ini, para pembuat kebijakan harus menyusun strategi berwawasan ke depan yang mendorong kesempatan kerja formal yang luas dan membuat kaum muda lebih mampu untuk mendapatkan pekerjaan."
ADB menilai Indonesia harus mengembangkan lingkungan bisnis yang mendukung untuk memperkuat kesempatan kerja bagi kelas menengah. Hal ini mencakup penyederhanaan peraturan bisnis, pengurangan hambatan birokrasi, penurunan biaya logistik, dan peningkatan akses bisnis terhadap keuangan.
"Investasi dalam pengembangan infrastruktur, seperti transportasi dan konektivitas digital, dapat lebih mengurangi biaya operasional bisnis. Mengembangkan kawasan ekonomi khusus yang menarik lebih banyak investasi dan membuka kesempatan kerja juga dapat dipromosikan di bidang manufaktur dan jasa."
Selanjutnya, mempromosikan kewirausahaan dan usaha kecil dan menengah sangat penting untuk memperluas kesempatan kerja. Dukungan kebijakan untuk membina bisnis baru dan kesempatan kerja yang terkait dengan ekonomi hijau dan biru juga akan memperkuat penciptaan lapangan kerja.
ADB menilai peningkatan akses ke pengembangan keterampilan akan meningkatkan kemampuan kerja kaum muda. Di bidang pertanian, pelatihan vokasi dalam teknik modern dan praktik berkelanjutan, bersama dengan akses ke sumber daya, dapat memotivasi kaum muda untuk terlibat dalam pertanian.
Perusahaan teknologi informasi dan komunikasi dapat menawarkan pelatihan keterampilan digital dan bermitra dengan perusahaan untuk sertifikasi dan penempatan kerja, sementara pusat teknologi dapat mendukung wirausahawan muda.
Program pelatihan dalam manajemen perhotelan dan seni kuliner, dikombinasikan dengan magang, dapat memberikan pengalaman praktis dalam pariwisata dan perhotelan.
Ekonomi hijau dan biru dapat menawarkan pelatihan dalam energi terbarukan, konservasi lingkungan, ekonomi sirkular, dan pengelolaan limbah. Inisiatif ini dapat menciptakan peluang yang berarti yang mengatasi tantangan ketenagakerjaan yang dihadapi oleh kelas menengah muda.
ADB memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5% pada 2025 dan 5,1% pada 2026. Konsumsi swasta yang stabil dan peningkatan investasi secara bertahap akan menopang pertumbuhan, dengan belanja sosial berbasis masyarakat yang kuat yang memungkinkan distribusi pendapatan yang lebih merata.
Permintaan domestik akan menjadi pendorong utama pertumbuhan, mengimbangi ekspor neto yang terbatas. Pertumbuhan akan didorong oleh manufaktur dan pertanian serta jasa seperti perdagangan eceran, transportasi, dan pergudangan, yang akan diuntungkan oleh permintaan domestik.
(lav)































