Karier Titiek di industri hiburan Tanah Air, dimulai saat ia tertarik dengan nyanyian Jawa. Meski tak berada di lingkungan dan kultur yang mendukung, Titiek sempat mengikuti festival musik tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Atas keikutsertaannya itu, Titiek Puspa menjadi Juara Bintang Radio Jenis Hiburan tingkat Jawa Tengah pada 1954. Dari sini perjalanan karier bernyanyi dan menciptakan lagu dimulai.
Kemenangannya pada ajang tersebut, membawa Titiek bertemu dengan Sjaiful Bachri, pimpinan Orkes Simphony Jakarta yang kemudian merekrutnya menjadi penyanyi tetap. Kala itu, Titiek juga banyak mendapatkan arahan dari Iskandar (pencipta lagu) dan Zainal Ardi (suaminya yang merupakan seorang penyiar Radio Republik Indonesia Jakarta).
Karier Titiek di dunia tarik suara mulai melesat, walaupun belum banyak menciptakan lagu sendiri. Dia baru mulai meluncurkan album yang berisi lagu-lagu ciptaannya sendiri pada 1963; saat itu dia merilis album berjudul 'Si Hitam' dan 'Pita'.
Kemampuannya ini juga mendapat apresiasi masyarakat dan kelompok musik pada setiap eranya. Dia bahkan mendapatkan penghargaan BASF Award ke-10 untuk kategori Pengabdian Panjang di Dunia Musik pada tahun 1994.
Selain bernyanyi, Titiek juga berakting. Dia membintangi lebih dari sepuluh judul film sejak tahun 1966, beberapa di antaranya ialah Minah Gadis Dusun (1966), Bawang Putih (1974), Inem Pelayan Sexy (1976), dan lainnya.
Tak hanya itu, Titiek juga muncul dalam teater yang disiarkan di stasiun televisi swasta dan menjadi bintang iklan untuk sejumlah produk di layar kaca. Sepanjang hidupnya, Titiek memang menghabiskan waktunya di dunia seni.
Selama berkarya di dunia hiburan tanah air, dirinya sudah mendapatkan berbagai penghargaan antara lain Indonesian Choice Awards 2018: Lifetime Achievement (2018) dan Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia 2018: Pengabdian Seumur Hidup (2018).
(dec/frg)




























