Grup-grup Facebook yang menyerukan boikot barang-barang AS telah bermunculan dan mengumpulkan ribuan pengikut. Salah satu kelompok Denmark tersebut, Boykot varer fra USA (Boikot produk dari AS) telah menarik lebih dari 92.000 anggota sejak dibentuk pada 3 Februari.
"Saya semakin kesal dengan caranya menyatakan apa yang benar dan apa yang salah," Bo Albertus, salah satu pengurus kelompok tersebut, mengatakan dalam sebuah wawancara. "Saya mulai merasa perlu melakukan sesuatu."
Albertus, seorang kepala sekolah Denmark, mengatakan bahwa ia membatalkan semua layanan streamingnya demi layanan Eropa atau Denmark dan tidak lagi makan di jaringan makanan cepat saji Amerika.
"Saya pikir cara terbaik adalah berhenti menaruh uang di kantong mereka," kata Albertus.
Hampir setiap detik warga Denmark dengan sengaja menahan diri untuk tidak membeli produk Amerika sejak pelantikan Trump, sebuah survei dari Megafon untuk stasiun TV 2 Denmark menunjukkan.
Kelompok serupa di Swedia, Bojkotta varor från USA, telah berkembang dengan cepat.
"Saya hanya marah, saya tidak tahu harus berbuat apa," kata Jannike Kohinoor, seorang guru bahasa Swedia dan salah satu pendiri kelompok tersebut.
Setelah Trump menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bersalah atas perang tersebut, "otak kami meledak," katanya. "Memulai kelompok tersebut memberi kami kesempatan untuk melakukan sesuatu."
Sekitar 70% warga Swedia telah atau sedang mempertimbangkan untuk tidak membeli produk Amerika sebagai bentuk protes politik, menurut survei dari Verian yang dilakukan untuk penyiar negara Swedia SVT.
Satu dari 10 orang telah memboikot barang-barang AS sepenuhnya dalam sebulan terakhir, sementara 19% hanya berhenti membeli barang-barang tertentu.
(bbn)



























