Logo Bloomberg Technoz

Prospek tarif yang tidak menentu menambah suasana suram di Wall Street. Data nonfarm payrolls yang akan dirilis pada Jumat bisa membantu para pedagang mengidentifikasi arah suku bunga ke depan karena mereka bergulat dengan dampak geopolitik yang bergejolak, dampak tarif pada pertumbuhan global, dan prospek inflasi.

"Saat ini, kebijakan perdagangan mendominasi aksi pasar," kata Chris Larkin di E*Trade dari Morgan Stanley. "Hingga asap tarif hilang, ini bisa terus menjadi perjalanan yang tak menentu bagi para pedagang dan investor."

Nasdaq 100 memperpanjang penurunan dari rekornya hingga hampir 10%. (Bloomberg)

Presiden Donald Trump membebaskan barang-barang Meksiko dan Kanada, yang tercakup dalam perjanjian perdagangan Amerika Utara atau dikenal sebagai USMCA, dari tarif 25%-nya hingga 2 April. Ini merupakan kebijakan terbaru dari berbagai langkah penghentian pungutan yang ditujukan pada kedua negara tersebut.

Kemudian, Menteri Keuangan AS Scott Bessent membantah bahwa kenaikan tarif akan memicu gelombang inflasi baru, dan menyarankan agar Federal Reserve (The Fed) memandangnya sebagai dampak yang hanya terjadi sekali saja.

Indeks S&P 500 berada di dekat rata-rata pergerakan 200 hari — dilihat oleh beberapa ahli grafik sebagai pertanda penurunan lebih lanjut jika dicapai. Dow Jones Industrial Average turun 1%. Indeks Magnificent Seven megacaps anjlok 2,9%. Russell 2000 jatuh 1,6%.

Penurunan saham-saham teknologi menyeret pasar ikut turun, di mana saham Nvidia Corp memimpin pelemahan saham-saham megacaps. Saham Marvell Technology Inc pun anjlok karena prospeknya mengecewakan para investor yang mencari untung lebih besar dari booming kecerdasan buatan (AI).

Pada jam-jam terakhir, Broadcom Inc memberikan perkiraan pendapatan yang optimis, meyakinkan para investor bahwa pengeluaran untuk komputasi kecerdasan buatan masih berlanjut.

Di Asia, sejumlah data yang akan dirilis meliputi inflasi Thailand dan Taiwan, serta cadangan devisa Singapura dan China.

Harga minyak dunia sedikit naik. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup sedikit berubah di atas US$66 per barel, mengakhiri penurunan empat hari berturut-turut dengan selisih tipis. Bitcoin diperdagangkan di atas US$89.000.

Tenaga Kerja AS

Laporan hari ini dari Biro Statistik Tenaga Kerja akan memberikan informasi terbaru bagi pejabat The Fed tentang momentum di pasar tenaga kerja yang telah menjadi penopang utama — setidaknya hingga Januari — belanja rumah tangga dan ekonomi.

Gubernur The Fed Jerome Powell dijadwalkan akan berbicara di forum kebijakan moneter pada Jumat sore waktu setempat. Para pembuat kebijakan akan bertemu pada 18-19 Maret dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil saat mereka mengukur pasar tenaga kerja dan tren inflasi, serta perubahan kebijakan pemerintah baru-baru ini.

Sementara itu, Deputi Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan ia tidak akan mendukung pemangkasan suku bunga pada Maret, tetapi memandang adanya peluang untuk memotong suku bunga sebanyak dua atau mungkin tiga kali tahun ini.

"Jika pasar tenaga kerja, semuanya, tampaknya bertahan, maka Anda bisa mengawasi inflasi," kata Waller pada Kamis (6/3/2025) di Wall Street Journal CFO Network Summit. "Jika Anda merasa inflasi bergerak kembali ke arah target, Anda bisa mulai menurunkan suku bunga. Saya tidak akan mengatakannya pada pertemuan nanti, tetapi tentu saja bisa melihat ke depannya."

(bbn)

No more pages