Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz Economic Outlook 2025

ICOR Indonesia Rendah, Luhut Pacu Efisiensi Lewat Digitalisasi

Redaksi
20 February 2025 12:10

Luhut Binsar Pandjaitan di Acara Economic Outlook 2025, Kamis (20/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Luhut Binsar Pandjaitan di Acara Economic Outlook 2025, Kamis (20/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan digitalisasi tata kelola pemerintah akan menaikkan incremental capital output ratio (ICOR) Indonesia yang sampai saat ini masih tergolong rendah.

“Kita lihat ICOR Indonesia masih sangat buruk, 6,4. Ini seperti [efisiensi dalam perekonomian baru] 35%, atau setara dengan US$70 miliar. Jadi, jika Anda mampu mengelola yang satu ini, setengahnya, itu US$35 miliar dolar, ini setara Rp14 triliun,” kata Luhut di sela Bloomberg Technoz Economic Outlook 2025, Kamis (20/2/2025).

Sekadar catatan, ICOR adalah rasio yang menunjukkan perbandingan antara tambahan investasi dengan tambahan output suatu negara. ICOR juga merupakan indikator makro yang menggambarkan efisiensi perekonomian suatu daerah.


Untuk mengatasi masalah efisiensi di Indonesia, Luhut mengatakan solusi yang paling jitu adalah melalui digitalisasi.

Dia mengeklaim efisiensi melalui digitalisasi sudah terbukti efektif pada era pandemi Covid-19 saat Indonesia mengembangkan PeduliLindungi, serta saat pemerintah mengintegrasikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa pemerintahan di E-catalog.