Kemudian, diposisi kedua adalah industri kertas dan percetakan dengan toreahan mencapai US$4,8 miliar atau 8%, serta industri kimia dan farmasi US$4,1 miliar dengan porsi 9%.
"Selain job creation, investasi akan dapat menciptakan nilai tambah signifikan dan kontribusi besar terhadap pendapatan negara,” kata Agus.
Sementara, secara nasional, total realiasasi investasi juga mengalami kenaikan 20,8% (year-on-year/yoy) dibanding realisasi pada 2023 lalu, yang tercatat sebesar 1.418,9 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanamal Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan, angka ini juga tercatat 103,9% dari target presiden yang sebesar Rp1.650 triliun, atau 138,3% dari target rencana strategis yang senilai Rp1.239 triliun.
"Rinciannya, investasi asing langsung tercatat Rp900,2 triliun atau meningkat 21% yoy. Sedangkan penanaman modal dalam negeri tercatat Rp814 triliun atau naik 20,6% yoy," kata Rosan dalam konferensi pers, Jumat lalu.
Berdasarkan wilayahnya, pulau Jawa mencatatkan investasi Rp818,8 triliun atau mencakup porsi 47,8% dari total investasi. Sementara di luar Jawa tercatat Rp895,4 triliun dengan porsi 52,2%.
Realiasasi terssebut juga diklaim telah mampu menyerap tenaga kerja Indonesia sebesar 2.456.130 orang sepanjang tahun lalu atau meningkat 34,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
(ibn/spt)































