Logo Bloomberg Technoz

Berikut ini rencana beberapa perusahaan kakap asuransi di Jepang terkait kepemilikan obligasi global mereka: 

  1. Fukoku Mutual Life Insurance

Perusahan asuransi ini berencana melepas semua kepemilikan mereka atas obligasi global yang berkaitan dengan hedging akibat makin mahalnya biaya lindung nilai terkait masih tipisnya peluang penurunan bunga The Fed tahun ini. “Menurunkan biaya lindung nilai dan perbaikan profitabilitas tidak bisa diharapkan,” ujar Yoshiyuki Suzuki, Executive Officer dan Head of Investment Fukoku Mutual Life Insurance.

  1. Dai-ichi Life Insurance

Perusahaan asuransi ini juga berencana mengurangi portfolio global bond mereka melalui penjualan dan membiarkan surat utang hingga jatuh tempo. 

  1. Nippon Life Insurance

Perusahaan ini berniat mempertahankan porsi global hedged bond mereka saat ini setelah melakukan aksi pengurangan pada tahun fiskal 2022. Perusahaan berniat lebih fokus pada obligasi korporasi global yang menawarkan imbal hasil atraktif.

Biaya Lindung Nilai

Harga lindung nilai, atau hedging cost, bagi investor asal Jepang menjadi semakin mahal bahkan memakan semua keuntungan yang mereka dapatkan dari memegang surat utang pemerintah Amerika Serikat. 

Untuk obligasi US Treasury 30 tahun dengan yield 3,7%, misalnya, returnnya justru negatif karena biaya lindung nilainya sudah mencapai 5%. Sedangkan obligasi yen menawarkan yield 1,3% tanpa risiko nilai tukar.

Kembali ke Obligasi Yen

Setelah sekian dekade mencari cuan dari obligasi global, perusahaan asuransi Jepang akhirnya kembali lagi memburu obligasi di tanah airnya sendiri menyusul kenaikan yield yang mulai terjadi secara berkala. 

Terutama ketika pimpinan bank sentral Jepang terdahulu Haruhiko Kuroda mengejutkan pasar pada Desember lalu ketika membolehkan indeks lokal untuk diperdagangkan dengan gap yang lebih lebar. Obligasi yen terbitan pemerintah Jepang diperdagangkan di tingkat yield 1,1% dibandingkan 0,8% tahun sebelumnya.

Perusahaan asuransi Jepang telah menambahkan kepemilikan obligasi dengan tenor super panjang untuk manajemen asset-liabilitas, terutama ketika aturan solvensi baru diterapkan nanti mulai April 2025. 

Nippon Life akan mulai membeli obligasi yen secara perlahan bila yield terus naik, menurut Akira Tsuzuki, Executive Officer Nippon Life. “Yield antara 1,5% hingga 2% sudah cukup menarik,” katanya.

Sumitomo Life Insurance juga berencana menambah lebih banyak obligasi tenor super panjang untuk denominasi yen terutama bila yield terus naik. 

Spekulasi BoJ

Industri asuransi Jepang memperkirakan BoJ akan melakukan adjustment kebijakan pada Juni. Gubernur BoJ yang baru Kazuo Ueda diperkirakan akan tetap mempertahankan bunga acuan pada rapat pertamanya pekan ini. 

BoJ diperkirakan akan melebarkan lagi izin rentang perdagangan untuk obligasi yen 10 tahun, sebuah skenario yang akan semakin membuat obligasi samurai menarik dengan yield lebih tinggi.

(bbn)

No more pages