Logo Bloomberg Technoz

Kala Pedagang Thrifting Soraki 'Huu' Menteri Zulhas & Teten

Rezha Hadyan
31 March 2023 14:17

Mendag Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan DPR bertemu pedagang pakaian bekas di Pasar Senen. (Rezha Hadyan/Bloomberg Technoz)
Mendag Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan DPR bertemu pedagang pakaian bekas di Pasar Senen. (Rezha Hadyan/Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saat kunjungan dua menteri Joko Widodo, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan dan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki ke Pasar Senen, Jakarta, Kamis (31/3/2023), pedagang pakaian impor bekas pasar sempat menyoraki 'huu'.

Kedatangan Zulhas dan Teten di Pasar Senen Blok III bermaksud ingin audiensi bersama para pedagang. Acara tersebut berlangsung selama sekitar 1 jam 30 menit.

Hasilnya, pedagang pakaian impor bekas atau thrifting diminta tidak melakukan perlawanan atau memprotes pemerintah terkait dengan upaya pemerintah memberantas peredaran pakaian bekas impor di Tanah Air.

Merespon apa yang dilakukan pedagang tersebut, Anggota Komisi VII DPR Adian Napitupulu, meminta mereka untuk menghargai keberanian kedua menteri mendatangi pusat penjualan pakaian bekas impor Jakarta itu. 

"Sebagai Menteri Koperasi dan UMKM, Pak Teten harus berbicara tentang produk lokal. Jangan di huu huu kan [disoraki]. Tidak boleh, kita harus hargai keberanian mereka datang bersama-sama ke sini. Belum tentu semua menteri punya nyali sebesar mereka," kata dia di Pasar Senen Blok III, Jakarta, Kamis (31/3/2023) sore.

Menurut Adian Napitupulu, pemerintah sudah bersikap lunak dengan memperbolehkan pedagang pakaian bekas impor berjualan sampai stok barang dagangan mereka habis. Keputusan hasil diskusi dua kemeterian ini, lanjut dia, adalah kemenangan kecil bagi para pedagang tersebut. 

"Tidak ada perjuangan semudah membalik telapak tangan. Sudah disampaikan bahwa bagi yang [masih] berdagang silakan. Yang dikejar [oleh] negara bukan kalian, tetapi penyelundupnya. Ini kemenangan kecil, tetapi nafas buat rakyat kita," ucap Adian Napitupulu.

Pada kesempatan yang sama, Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah dan kepolisian saat ini tengah gencar mencari dan memusnahkan praktik penyelundupan pakaian bekas. Pemberantasan pada sisi hulu tersebut diprediksi akan menghentikan perdagangan dalam negeri karena kosongnya pasokan.

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk memperbolehkan pedagang pakaian bekas impor thrifting menjajakan jualannya hingga stok habis.

"Kita tadi diskusi khusus pakaian bekas ini penyelundupnya. Bapak-bapak yang dagang walaupun aturannya tidak boleh, tapi kita jamin boleh dagang sampai habis dagangannya. Tanggung jawabnya besar nih, maka stoknya masih ada, dagangkan sampai habis," katanya.