Logo Bloomberg Technoz

Tertekan Penjualan, Laba BYAN Susut 49% Jadi Rp3 T Kuartal I-2024

Sultan Ibnu Affan
07 May 2024 14:05

Konveyor mengangkut batubara ke tepi sungai yang dioperasikan oleh PT Bayan Resources Tbk di Kalimantan Timur. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Konveyor mengangkut batubara ke tepi sungai yang dioperasikan oleh PT Bayan Resources Tbk di Kalimantan Timur. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten konglomerat Low Tuck Kwong PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membukukan laba bersih sebesar US$210,6 juta atau setara Rp3,38 triliun. Angka itu susut 49,78% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$418,9 (Rp6,72 triliun).

Berdasarkan laporan keuangan, Selasa (7/5/2024), BYAN juga mencatatkan pendapatan sebesar US$769,1 juta atau setara Rp12,34 triliun, yang juga turun 26,68% dari sebelumnya di US$1,04 miliar (Rp16,83 triliun).

Secara rinci, pendapatan BYAN mayoritas berasal pendapatan batu bara yang sebesar US$767,09 juta, yang juga susut dari sebelumya di US$1,04 miliar. Sementara itu, pendapatan non batu bara sebesar US$2,03 juta.

Ekspor batu bara dari KCH Energy Co. Ltd menyumbang pendapatan terbesar yakni sebesar US$645,2 juta, turun dari sebelumnya di US$942,2 juta. 

Sementara itu, pendapatan domestik tercatat sebesar US$121,8 juta, naik dari sebelumnya di US$104,7 juta.