Logo Bloomberg Technoz

Investor Serbu Obligasi, Yield 10Y Turun Tajam ke 6,911%

Tim Riset Bloomberg Technoz
06 May 2024 11:10

Ilustrasi Rupiah. (Brent Lewin/Bloomberg)
Ilustrasi Rupiah. (Brent Lewin/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sesuai prediksi, serbuan aksi para investor di pasar surat utang RI semakin memuncak pada pembukaan perdagangan pekan ini, Senin (6/5/2024). 

Tingkat imbal hasil alias yield Surat Berharga Negara (SBN) mayoritas tenor bergerak turun dengan yield 10Y memimpin reli harga.

Yield SBN 10Y turun tajam 25 bps ke 6,911% pada pukul 10:29 WIB, ini adalah penurunan imbal hasil terbesar sejak November lalu. Penurunan tajam juga diperlihatkan oleh tenor 8Y ke 6,974%. Surat utang RI tenor 5Y juga bergerak turun ke 6,927% dan 20Y di 6,945%. Sedangkan tenor pendek 2Y masih stabil di 7%.

Pasar surat utang domestik bergairah terungkit sentimen bullish pasar obligasi global dengan yield Treasury, surat utang AS, saat ini sudah bergerak turun di mana UST-10Y melandai di 4,508% pagi ini, juga tenor 2Y yang sensitif dengan prospek bunga acuan saat ini semakin turun di 4,816%.

Potensi pelonggaran moneter melalui penurunan Fed fund rate meningkat dengan kini para pelaku pasar memperkirakan The Fed mungkin akan memulai pivot mulai September nanti, dengan probabilitas 49%, lebih tinggi dibanding pekan lalu 44% dan bulan lalu 35%.

Kenaikan ekspektasi pivot penurunan itu berlangsung sejak sinyal dovish Jerome Powell, Gubernur Federal Reserve, kala mengumumkan hasil FOMC The Fed pekan lalu. Sentimen positif makin kuat dengan data pasar tenaga kerja yang dirilis menunjukkan perlambatan ekonomi AS kian kentara dengan tingkat pengangguran naik ke 3,9%.

Ekspektasi penurunan bunga global yang membesar, menaikkan selera belanja para investor sehingga arus beli kembali berlangsung. 

"Pasar Treasury memperlihatkan pola bullish steepener, kami prediksi pola ini masih akan kuat sampai rilis data inflasi harga produsen (PPI) Amerika pada 14 Mei nanti dan data inflasi pada 15 Mei," kata Research Team Mega Capital Sekuritas Lionel Prayadi dan Nanda Puput dalam catatan untuk klien, Senin (6/5/2024).

Bagi investor hari ini, SBN dengan potensi keuntungan terbesar di antaranya adalah tenor 2Y, 5Y dan 10Y. "Kami rekomendasikan pada para investor untuk overweight di seri FR0100 dengan target 6,8%-6,9% dan FR0101 dengan target 6,4%-6,5% dengan asumsi BI tidak akan mengerek bunga lagi pada Mei atau Juni," kata analis.

Pemodal asing membukukan posisi net buy di SBN selama periode 29 April - 2 Mei lalu senilai Rp3,67 triliun. Arus beli asing bukan hanya menyasar obligasi pemerintah tapi juga kembali memborong sekuritas bank sentral, SRBI, dengan nilai net buy Rp1,58 triliun pada periode yang sama.

Lelang sukuk

Hari ini, pemerintah juga menggelar lelang sukuk negara (SBSN) dengan target indikatif Rp10 triliun. Sentimen positif yang tengah menguat di pasar surat utang akan membantu kenaikan animo investor dalam lelang hari ini setelah dalam lelang sukuk sebelumnya sepi peminat.

"Kami prediksi permintaan masuk dalam lelang SBSN hari ini ke kisaran Rp21 triliun hingga Rp25 triliun, dengan indikasi yield 6,96%-7,05%," kata Lionel.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan juga melakukan private placement sukuk seri SW007 dan SW008 senilai Rp150 miliar.