Logo Bloomberg Technoz

AS-Filipina Kongkalikong Lawan Hegemoni Nikel RI Sokongan China

News
01 May 2024 14:40

Seorang pekerja memegang sepotong Bessemer matte di pabrik peleburan./Bloomberg-Cole Burston
Seorang pekerja memegang sepotong Bessemer matte di pabrik peleburan./Bloomberg-Cole Burston

Peter Martin dan Jennifer Jacobs - Bloomberg News

Bloomberg, Amerika Serikat (AS) dan Filipina sedang berdiskusi mengenai cara-cara untuk mencegah China mendominasi industri pemrosesan nikel di kawasan Asia Tenggara, yang merupakan pemasok utama logam yang penting untuk baterai kendaraan listrik itu.

Salah satu langkah yang sedang dipertimbangkan adalah pengaturan trilateral di mana Filipina akan memasok bahan baku nikel, sedangkan AS akan menyediakan pembiayaan, dan negara ketiga seperti Jepang, Korea Selatan atau Australia akan menawarkan teknologi yang diperlukan untuk peleburan dan pemurnian (smelter), menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Pembicaraan AS dengan Filipina – produsen nikel tambang terbesar kedua di dunia setelah Indonesia– masih dalam tahap awal, dan elemen-elemen penting dari setiap kesepakatan potensial masih harus diselesaikan, termasuk apakah AS dapat memenuhi pembiayaan, kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

Pemerintah Filipina tidak segera menanggapi permintaan komentar pada Rabu (1/5/2024), sehubungan dengan hari libur nasional di negara tersebut. Adapun, Juru bicara Gedung Putih juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Produsen nikel terbesar di dunia./dok. Bloomberg