Logo Bloomberg Technoz

BI Sebut Bunga Mungkin Turun Semester II, Bisa Maju Bisa Mundur

Azura Yumna Ramadani Purnama
20 March 2024 15:08

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Bulan Maret 2024. (Youtube Bank Indonesia)
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Bulan Maret 2024. (Youtube Bank Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan proyeksi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve baru menurunkan suku bunga acuan pada semester II-2024. Demikian pula perkiraan penurunan suku bunga acuan BI Rate.

"Untuk Fed Funds Rate, kami masih melihat kemungkinan (penurunan) semester II. Bacaan-bacaan kamu, inflasi di AS masih di atas sasaran dan kemungkinan masih di atas sasaram sepanjang 2025. Pertumbuhannya juga masih solid," terang Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Maret, Rabu (20/3/2024).

Oleh karena itu, lanjut Perry, The Fed diperkirakan masih 'sabar' soal suku bunga sehingga ruang penurunan sepertinya baru terbuka pada paruh kedua 2024. 

Hari ini, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di 6%. Seperti halnya The Fed, kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan baru terbuka pada semester II-2024.

"Kamu juga baru melihat ruang terbukanya penurunan suku bunga BI Rate pada semester II. Itu baseline scenario bisa maju, bisa mundur," ungkap Perry.