Logo Bloomberg Technoz

Apakah Berbohong dapat Membatalkan Puasa Ramadan?

Redaksi
13 March 2024 16:30

Ilustrasi Puasa Ramadhan (Envato/furmanphoto)
Ilustrasi Puasa Ramadhan (Envato/furmanphoto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saat menjalankan ibadah puasa, seringkali terdapat keraguan di kalangan umat Muslim mengenai tindakan-tindakan tertentu yang dapat mempengaruhi puasa mereka. Salah satu di antaranya adalah berbohong.

Berbohong dianggap sebagai perbuatan yang tercela dalam Islam. Rasulullah SAW bahkan menyebutkan berbohong sebagai salah satu tanda orang munafik. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim, disebutkan bahwa tanda-tanda orang munafik antara lain adalah berbohong, ingkar janji, dan mengkhianati amanah.

Allah SWT sangat membenci pendusta, sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Az Zumar ayat 60. Dalam ayat tersebut, Allah menggambarkan bahwa para pendusta akan mengalami nasib yang mengerikan di hari kiamat.

Apakah Berbohong Membatalkan Puasa?

Menurut pandangan Quraish Shihab dalam bukunya, berbohong tidak secara langsung membatalkan puasa. Namun, hal tersebut dapat mengurangi pahala puasa seseorang. Pendapat ini juga dikuatkan oleh Abdurrahman Al-Auza'i, seorang ulama besar Syam pada zamannya.

Menurut Al-Auza'i, berbohong, menggunjing, mencaci maki, dan mengadu domba dapat membatalkan puasa. Hal ini sejalan dengan hadits yang menyebutkan lima hal yang membatalkan puasa, di antaranya adalah berbohong.