Logo Bloomberg Technoz

Neraca Perdagangan RI Surplus 45 Bulan Beruntun

Mis Fransiska Dewi
15 February 2024 11:13

Bongkar muat beras bulog impor dari Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (12/10/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Bongkar muat beras bulog impor dari Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (12/10/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekspor Indonesia tumbuh pada Januari. Meski demikian, neraca perdagangan tetap terjaga surplus.

Pada Kamis (15/2/2024), Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengumumkan nilai impor Indonesia pada Januari 2024 mencapai US$ 18,51 miliar. Naik 0,38% dibandingkan Januari tahun lalu (year-on-year/yoy).

Untuk impor, konsensus Bloomberg menghasilkan median proyeksi pertumbuhan 1,94% yoy pada Januari. Jauh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang turun 3,81% yoy.

Sebelumnya, BPS melaporkan nilai impor Januari sebesar US$ 20,52 miliar. Dengan begitu, neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus US$ 2,01 miliar.

Surplus pada Januari membuat neraca perdagangan Indonesia selalu positif selama 45 bulan beruntun. Kali terakhir neraca perdagangan mengalami defisit adalah pada April 2020.

Dalam 20 tahun terakhir, ini adalah rangkaian surplus terpanjang kedua. Hanya kalah dari Februari 2004-Maret 2008 atau 50 bulan beruntun.