Logo Bloomberg Technoz

BI Soal Rupiah Melemah 1,6%: Volatilitas Masih Terkendali

Azura Yumna Ramadani Purnama
07 February 2024 09:43

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai, meski rupiah terdepresiasi 1,6% sejak awal tahun hingga saat ini (year-to-date/YtD), tetapi volatilitasnya relatif terkendali. 

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan gonjang ganjing ekonomi global tentu mempengaruhi sektor keuangan, khususnya pasar rupiah dan pasar modal. Namun, fundamental makro Indonesia solid. Sepanjang 2023, nilai tukar rupiah terapresiasi 1%, di tengah kurs mata uang negara tetangga yang mengalami depresiasi.

"Pada Januari dan Februari ada tekanan mata uang negara maju, jadi rupiah terdepresiasi 1,6%, tapi kalau dilihat volatilitasnya rupiah relatif terkendali," ujar Destry dalam acara Bloomberg Technoz Economic Outlook 2024, Rabu (7/2/2024).

Menurut Destry, bank sentral berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, baik secara domestik, maupun secara eksternal, yakni melalui kebijakan intensif stabilitas sistem keuangan.

Pada dasarnya, ekonomi global mempengaruhi ekonomi domestik, baik di sektor riil maupun sektor keuangan. Sektor riil cenderung melambat dibanding periode sebelumnya, sementara sektor keuangan juga mengalami peningkatan imbal hasil (yield) obligasi yang tinggi.