Logo Bloomberg Technoz

Bulog Tak Mau Harga Acuan Beras Diutak-atik: Bisa Tambah Mahal

Dovana Hasiana
01 February 2024 09:40

Bongkar muat beras bulog impor dari Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (12/10/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Bongkar muat beras bulog impor dari Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (12/10/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perum Bulog (Persero) buka suara ihwal kemungkinan pemerintah melakukan penyesuaian terhadap harga eceran tertinggi (HET) maupun harga pembelian pemerintah (HPP) untuk komoditas beras, sebagai imbas dari harga yang terus naik. 

Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan penyesuaian harga acuan dalam situasi pasokan terbatas, baik HET dan HPP, pada akhirnya bakal menaikkan inflasi.

“Pengalaman selama ini menunjukan kenaikan HET dan HPP, terutama pada situasi pasokan yang terbatas, akan menaikan harga dan inflasi,” ujar Bayu saat dihubungi Bloomberg Technoz, Kamis (1/2/2024).

Menurut Bayu, saat ini HPP Bulog masih mengikuti ketentuan HPP pemerintah.

Peraturan Badan Pangan Nasional No. 6/2023 tentang Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras mengatur HPP gabah kering panen (GKP) di petani senilai Rp5.000/kg, GKP di penggilingan Rp5.100/kg, gabah kering giling (GKG) di petani Rp6.200/kg, dan GKG di penggilingan Rp6.300/kg.