Logo Bloomberg Technoz

Dana Kelolaan Reksa Dana 'Hangus' Rp15 Triliun dalam 6 Bulan

Ruisa Khoiriyah
18 January 2024 14:45

Ilustrasi investasi. (Envato/wasant1)
Ilustrasi investasi. (Envato/wasant1)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Daya tarik berinvestasi di reksa dana di tengah para pemodal di Indonesia, belum mampu bangkit dan terlihat melanjutkan tren pelemahan yang sudah berlangsung sejak 2022 silam.

Dana kelolaan reksa dana terus susut di tengah kinerja return yang juga masih suram. Pada akhir tahun lalu, posisi nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana ditutup di posisi Rp504,98 triliun, turun tipis 0,63% dibandingkan posisi akhir 2022.

Sementara total unit penyertaan reksa dana pada 2023 masih mampu tumbuh positif pada 2023 lalu sejumlah 382,72 miliar, naik tipis 0,85% dibanding akhir tahun sebelumnya.

Meski total NAB reksa dana melanjutkan tren penurunan tahunan, akan tetapi penurunan tahun lalu lebih kecil ketimbang 2022 ketika nilai redemption hampir menembus Rp80 triliun. Pada 2023 ini, NAB reksa dana tertinggi tercatat pada akhir Juli sebesar Rp520,1 triliun, sementara posisi NAB terendah terjadi pada Oktober 2023 di posisi Rp498,17 triliun, seperti ditunjukkan oleh data yang dilansir oleh Otoritas Jasa Keuangan, Kamis (18/1/2024).

Bila menghitung posisi tertinggi pada Juli lalu, nilai aktiva bersih reksa dana sudah tergerus sekitar Rp15 triliun hanya dalam enam bulan.

Pertumbuhan Dana Kelolaan Reksa Dana 2022-2023 (Bloomberg Technoz)