Logo Bloomberg Technoz

Ekuador Mencekam, Gembong Narkoba dan Gangster Kuasai Jalanan

News
10 January 2024 06:50

Ilustrasi kerusuhan di Ekuador. (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi kerusuhan di Ekuador. (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg News, Stephan Kueffner

Presiden Ekuador Daniel Noboa mengumumkan keadaan darurat selama 60 hari setelah salah satu gembong narkoba paling terkenal di Ekuador melarikan diri dari penjara, Minggu (7/1/2024). Kerusuhan pecah di lembaga pemasyarakatan lain di negara  tersebut.

Keadaan darurat mencakup jam malam  di tengah perburuan lebih dari 3.000 petugas polisi dan tentara untuk menangkap kembali Adolfo Macias, kepala geng kejahatan Los Choneros, setelah penjaga penjara pada Minggu mengetahui ketidakhadirannya di lembaga pemasyarakatan di Guayaquil.

“Para teroris narkotika ini ingin mengintimidasi kami dan berpikir bahwa kami akan menuruti tuntutan mereka,” kata Noboa dalam sebuah video yang didistribusikan di jejaring sosial, Selasa. 

Lolosnya gembong narkoba tersebut merupakan perkembangan yang memalukan bagi pemerintahan baru yang mulai menjabat pada November. Sebelumnya Noboa berjanji untuk mengendalikan gelombang kejahatan yang telah mengubah Ekuador menjadi salah satu negara paling berbahaya di Amerika Latin.