Logo Bloomberg Technoz

Periode Menantang Healthtech & Upaya Adaptasi Lewat Cara PHK

Rosmayanti
22 November 2023 05:00

Ilustrasi Halodoc (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Ilustrasi Halodoc (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keputusan perusahaan kesehatan teknologi (healthtech) Halodoc mem-PHK karyawan menjadi contoh nyata layanan kesehatan jarak jauh, termasuk konsultasi diagnostik, sepi peminat. Industri kesehatan memilih kembali ke pola tradisional, dengan tatap muka, pasca pandemi Covid-19 berakhir.

“Yang pasti untuk sektor kesehatan, ada pergeseran kembali dari online ke offline,” kata Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, saat berbincang, Selasa (21/11/2023).

Menurut dia, publik merasa lebih nyaman saat bertemu dengan petugas kesehatan, seperti dokter perawat ataupun apoteker, secara langsung. “Bagaimanapun juga untuk ‘pemeriksaan’ sudah pasti offline lebih memberikan satu ketenangan bagi pasiennya. Begitu juga dengan proses penebusan obat yang sekaligus pemeriksaan secara offline,” Nailul menambahkan.

Awalnya pola konsumsi kesehatan masyarakat telah dipaksa berevolusi, dari tatap muka menjadi virtual karena pandemi. Hal yang sebelumnya juga diyakini oleh pemerintah lewat Kementerian Kesehatan bahwa  industri ini dipercaya jadi solusi saat masyarakat membutuhkan konsultasi dengan para tenaga kesehatan, khususnya dokter.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, healthtech tidak mampu langsung diterima  meski Global Market Insights memprediksi pengguna telemedicine akan naik menjadi US$175,5 miliar secara global. Atau data lain dari Statista, memperlihatkan pada tahun 2027  industri kesehatan digital diproyeksi akan mencapai US$3,97 miliar, tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 15% dari nilai pasar pada tahun 2022 sebesar US$1,98 miliar. “Yang pasti adalah adanya perubahan pola konsumsi kesehatan tersebut,” tegas Nailul.