Logo Bloomberg Technoz

Investor Pemodal Ventura Kini Fokus di Startup yang Bisa Profit

Rosmayanti
16 November 2023 10:55

Ilustrasi Startup. (Image by Gerd Altmann from Pixabay)
Ilustrasi Startup. (Image by Gerd Altmann from Pixabay)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai transaksi pada industri modal ventura di Indonesia diperkirakan turun 70%-80% pada tahun 2023, berdasalah laporan terbaru AC Ventures dan Bain & Co. Pada periode dua tahun sebelumnya modal ventura mengalami pertumbuhan namun tidak di tahun ini. Investor cenderung hanya mendukung startup dengan unit ekonomi kuat. Investor juga berfokus untuk mendapatkan keuntungan.

Dikutip dari laporan terbarnya tersebut dalam 12 bulan terakhir terjadi penyesuaian pasar. Sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro dan global. Hal yang berimbas proyeksi industri permodalan akan lebih realistis dibandingkan sebelumnya.

“Meskipun volume transaksi meningkat pesat pada tahun 2021, ketidakpastian makroekonomi yang meningkat mendorong kehati-hatian dalam momentum investasi, dan dampak dari paruh kedua tahun 2022 menyebabkan penurunan jumlah dan besaran transaksi,” tulis laporan AC Ventures dan Bain & Co, dikutip Kamis (16/11/2023).

“Tingkat pendanaan pada tahun 2023 terhitung rendah hingga kuartal ketiga, hanya mencapai 0,3 kali dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun 2022.”

Lebih lanjut masih ada kepercayaan bahwa pertumbuhan bisa terjadi di masa depan apalagi pelaku industri modal ventura telah memasuki fase kematangan. Hal yang tercermin dari keputusan bijak dan rasional dari investor.