Logo Bloomberg Technoz

Impor Naik, Surplus Neraca Dagang RI Diperkirakan Menyusut

Hidayat Setiaji
14 February 2023 05:22

Ilustrasi: Kapal ekspor di galangan kapal IPC Car Terminal di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia. (Dok. Dimas Ardian/ Bloomberg)
Ilustrasi: Kapal ekspor di galangan kapal IPC Car Terminal di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia. (Dok. Dimas Ardian/ Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Esok hari, Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan data perdagangan internasional Indonesia periode Januari 2023. Pelaku pasar memperkirakan neraca perdagangan masih membukukan surplus, tetapi menyusut dibandingkan bulan sebelumnya.

Mengutip konsensus yang dilakukan Bloomberg terhadap 19 institusi, ekspor Indonesia pada Januari 2023 diperkirakan tumbuh 12,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Membaik dibandingkan pertumbuhan Desember 2022 yang 6,58%.

Ekspor Indonesia selalu tumbuh positif sejak November 2020. Jika Januari 2023 tumbuh lagi, maka akan menjadi yang ke-26 tanpa putus.

Proyeksi Pertumbuhan Ekspor Januari 2023 (Sumber: Bloomberg)

Sementara impor bulan lalu diperkirakan tumbuh terbatas 1,6%. Meski demikian, tetapi jauh lebih baik dibandingkan Desember 2022 yang terkontraksi (tumbuh negatif) 6,61%.

Proyeksi Pertumbuhan Impor Januari 2023 (Sumber: Bloomberg)

Dengan demikian, neraca perdagangan Januari 2023 diperkirakan mencatat surplus US$ 3,25 miliar. Sedikit turun dibandingkan surplus bulan sebelumnya yang senilai US$ 3,89 miliar.

Proyeksi Neraca Perdagangan Januari 2023 (Sumber: Bloomberg)