Logo Bloomberg Technoz

Melalui pembinaan Pertamina, Artistica Jewelry mendapatkan pendampingan untuk memahami kebutuhan pasar lokal. Hasilnya, perusahaan berhasil menemukan peluang baru melalui produk cincin pernikahan berbahan perak yang menyasar konsumen Muslim. Bahkan, Artistica Jewelry menjadi produsen perhiasan pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Berkat bimbingan Pertamina, kami berani masuk ke pasar wedding ring dan mengurus sertifikasi halal. Itu menjadi salah satu cara kami membangun kepercayaan konsumen di Indonesia,” kata Stefanus.

Langkah tersebut terbukti membawa dampak positif terhadap penjualan sekaligus membuka peluang pertumbuhan usaha yang lebih luas.

Sementara di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dukungan Pertamina membantu Lombok Mulya Craft bangkit dari tekanan pandemi. Usaha kerajinan mutiara dan suvenir khas Lombok yang dirintis Mulyadi pada 2010 sempat mengalami penurunan pesanan drastis ketika sektor pariwisata terhenti.

Harapan kembali muncul saat Lombok Mulya Craft bergabung menjadi UMKM binaan Pertamina pada 2021. Pada tahun pertamanya, usaha ini dipercaya menyediakan suvenir untuk ajang World Superbike (WSBK) di Sirkuit Pertamina Mandalika. Kesempatan tersebut menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali aktivitas produksi para perajin lokal yang sebelumnya kehilangan pekerjaan.

“Pesanan itu membuat kami kembali berproduksi. Dampaknya tidak hanya untuk usaha kami, tetapi juga bagi para perajin yang terlibat,” ungkap Mulyadi.

Kini, produk Lombok Mulya Craft tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga telah digunakan sebagai suvenir di luar negeri. Bertambahnya pasar berarti semakin banyak peluang penghasilan bagi para perajin dan peternak mutiara lokal yang menjadi bagian dari rantai usaha tersebut.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi banyak UMKM sering kali terletak pada akses pasar. Karena itu, Pertamina terus memperkuat pendampingan melalui berbagai program promosi dan fasilitasi pameran agar produk UMKM dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan mitra bisnis.

“Dukungan berupa pelatihan, pendampingan, permodalan, dan akses pasar yang berkelanjutan menjadi bekal bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing, memperluas peluang usaha, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Baron.

Melalui berbagai program pembinaan tersebut, Pertamina tidak hanya membantu UMKM meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan usaha. Lebih dari itu, setiap usaha yang berkembang juga menghadirkan manfaat berantai bagi masyarakat, mulai dari terciptanya lapangan pekerjaan, meningkatnya keterampilan warga, hingga terbukanya sumber penghasilan baru bagi keluarga dan komunitas lokal. Dengan cara inilah UMKM tumbuh menjadi penggerak ekonomi yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

(tim)

No more pages