Selain Bakrie Kalila, kendaraan investasi Syailendra S Bakrie PT Shima Global Kapital juta ikut melepas saham ENRG awal bulan ini. Syailendra Bakrie merupakan putra dari Indra Bakrie, yang kini menjabat Presiden Direktur ENRG.
Shima Global belakangan lanjut mengurangi posisinya di ENRG sebanyak 14 juta saham. Dengan demikian, kepemilikan Shima Global kini tersisa 4,64 miliar saham atau setara 11,65% saham beredar.
Selepas aksi jual saham pengendali perseroan itu, saham ENRG di bursa makin merosot seiring dengan tekanan jual yang berlanjut sampai awal bulan ini.
Saham ENRG telah merosot 48% ke level Rp530 per saham selama satu bulan terakhir. Koreksi besar-besaran saham ENRG itu sejalan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini.
Lewat dua kendaraan investasi itu, Indra Bakrie, Syailendra Bakrie dan Adinda Bakrie menjadi pengendali perusahaan pengelola blok migas tersebut.
Belakangan, gerak jual pengendali ENRG itu diikuti sejumlah investor institusi lainnya. CGS International dan Maybank Sekuritas ikut mengurangi taruhannya pada ENRG secara bertahap.
Kendati demikian, ENRG mencetak laba bersih US$72,8 juta atau naik 30,8% secara tahunan di tengah pasar minyak mentah yang ketat sepanjang periode Januari-September 2026.
Syailendra Bakrie mengatakan kenaikan laba itu ditopang oleh perbaikan marjin operasional dan pertumbuhan pendapatan perseroan.
“Pertumbuhan pendapatan dan marjin operasional yang membaik mendukung peningkatna kinerja keuangan perusahaan,” kata Syailendra dikutip dari keterangan remi,” Jumat (6/11/2026).
Ekspansi ke AS
ENRG mengambil sebagian saham preferen konversi yang baru diterbitkan HighPeak Energy, Inc. (Nasdaq:HPK), pengelola blok migas di Midland Basin, West Texas.
Kendaraan investasi migas Grup Bakrie itu mengeluarkan investasi sebesar US$200 juta atau sekitar Rp3,6 triliun untuk mengambil sebagian saham HighPeak tersebut.
Berdasarkan ketentuan yang disepakati, saham preferen itu dapat dikonversi menjadi saham biasa sesuai dengan mekanisme dan ketentuan konversi yang berlaku.
“Kami berharap dapat memperoleh sinergi dalam bentuk transfer pengetahuan teknis maupun nilai tambah antara portofolio perseroan yang ada dengan aset-aset HighPeak,” kata Syailendra dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (7/10/2026).
Selain dengan ENRG, HighPeak turut mengikat investasi dengan PT Danantara Investment Management (DIM) untuk mendukung bantalan finansial perusahaan. DIM bakal mengambil bagian saham preferen konversi dengan nilai US$250 juta.
Dengan demikian, kongsi Danantara & ENRG keseluruhan akan membeli 450.000 saham dari seri baru saham preferen konversi HighPeak, yang akan ditetapkan sebagai Seri A 6% Perpetual Convertible Preferred Stock.
Selain dengan ENRG, HighPeak turut mengikat investasi dengan PT Danantara Investment Management (DIM) untuk mendukung bantalan finansial perusahaan. DIM bakal mengambil bagian saham preferen konversi dengan nilai US$250 juta.
Dengan demikian, kongsi Danantara & ENRG keseluruhan akan membeli 450.000 saham dari seri baru saham preferen konversi HighPeak, yang akan ditetapkan sebagai Seri A 6% Perpetual Convertible Preferred Stock.
“Investasi perseroan akan didanai oleh perseroan secara independen, sehingga kami tetap dapat mengoptimalkan peluang reinvestasi ke depan sekaligus menjaga disiplin dalam alokasi modal,” kata Syailendra.
(naw)




























