Logo Bloomberg Technoz

Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan, perkembangan kinerja pada kuartal ketiga menjadi sinyal positif bagi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis menjelang akhir tahun.

“Kami menyambut positif pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih tinggi pada kuartal ini. Kami terus berupaya memperkuat fundamental bisnis sekaligus mengembangkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Masih ada pekerjaan yang perlu kami tuntaskan, tetapi kami melihat perkembangan pada kuartal ini sebagai momentum yang baik untuk memasuki bulan-bulan terakhir tahun ini dengan posisi yang lebih kuat," imbuh Patrick.

Meski demikian, capaian laba bersih selama sembilan bulan pertama 2026 perlu dicermati dengan mempertimbangkan faktor di luar kegiatan operasional. ITSEC Asia mencatatkan laba bersih Rp22,6 miliar pada periode tersebut, meningkat 96% dibandingkan sembilan bulan pertama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba bersih itu turut dipengaruhi manfaat pajak yang signifikan dari penyesuaian periode sebelumnya. Dengan demikian, capaian tersebut perlu dipisahkan dari penilaian terhadap perkembangan kinerja operasional perusahaan pada kuartal ketiga.

ITSEC Asia Perkuat Struktur Keuangan

Selain pertumbuhan pendapatan dan perbaikan margin, ITSEC Asia mencatatkan peningkatan pada sejumlah indikator posisi keuangan. Per 30 September 2026, total ekuitas konsolidasian perusahaan mencapai Rp304,1 miliar.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 18,7% dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar Rp256,2 miliar. Peningkatan ekuitas ini menjadi salah satu indikator penguatan struktur keuangan perusahaan dalam mendukung aktivitas bisnis dan rencana pengembangan ke depan.

Perusahaan juga mencatatkan penurunan piutang usaha. Hingga akhir September 2026, piutang usaha ITSEC Asia tercatat sebesar Rp44,8 miliar, turun sekitar 22,3% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yang mencapai Rp57,7 miliar.

Sementara itu, aset kontrak perusahaan mencapai Rp214,1 miliar per 30 September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp187,7 miliar.

Aset kontrak merupakan nilai pekerjaan yang telah dilaksanakan perusahaan berdasarkan kontrak dengan pelanggan, tetapi hak untuk menerima pembayarannya masih bergantung pada pemenuhan tahapan penagihan atau persyaratan kontraktual lainnya. Karena itu, nilai aset kontrak tidak serta-merta dapat disamakan dengan piutang usaha yang sudah dapat ditagihkan.

Perkembangan sejumlah indikator keuangan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat fundamental bisnis. Pengelolaan piutang, peningkatan ekuitas, serta pengembangan portofolio layanan menjadi faktor yang diperhatikan ITSEC Asia untuk menopang pertumbuhan jangka panjang.

Ekspansi Portofolio AI dan Keamanan Siber

Di luar kinerja keuangan, ITSEC Asia terus memperluas kapabilitas bisnis melalui pengembangan teknologi berbasis AI dan keamanan siber. Langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan organisasi terhadap perlindungan sistem digital, terutama ketika pemanfaatan AI dan konektivitas semakin luas di berbagai sektor industri.

Salah satu pengembangan yang dilakukan perusahaan adalah peluncuran Bronyx AI pada Juli 2026. Platform pengujian penetrasi otomatis berbantuan AI tersebut dirancang untuk membantu organisasi mengidentifikasi sekaligus mengevaluasi kerentanan keamanan pada sistem digital mereka.

Kehadiran Bronyx AI memperluas portofolio solusi ITSEC Asia, khususnya pada layanan keamanan siber yang memanfaatkan kecerdasan buatan. Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu organisasi mengantisipasi risiko digital melalui proses identifikasi dan evaluasi kerentanan secara lebih terstruktur.

Pengembangan produk teknologi juga diikuti investasi pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Pada Maret 2025, ITSEC Asia mendirikan ITSEC Cyber & AI Academy, anak perusahaan yang berfokus pada pengembangan keterampilan di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan.

Melalui program pelatihan terstruktur dan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, Academy diarahkan untuk membantu menyiapkan tenaga profesional dengan kompetensi yang relevan. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung ketersediaan talenta untuk menopang perkembangan ekonomi digital di kawasan.

Selain memperluas produk dan kapabilitas talenta, ITSEC Asia meningkatkan keterlibatan dengan pelaku industri, pembuat kebijakan, serta pemangku kepentingan di sektor teknologi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan AICX 2026 pada 20 Oktober 2026 di Bali Beach Convention, Sanur, Bali.

Forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bali Tech Week dan mempertemukan pemimpin dari berbagai industri untuk membahas perkembangan kecerdasan buatan, keamanan siber, serta ketahanan digital. Penyelenggaraan AICX menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan tantangan dan peluang yang muncul seiring percepatan adopsi teknologi.

Berbagai inisiatif tersebut mencerminkan strategi ITSEC Asia untuk mengembangkan bisnis yang tidak hanya bertumpu pada layanan keamanan siber konvensional. Perusahaan juga berupaya memperluas solusi berbasis AI, membangun platform teknologi, serta meningkatkan kesiapan tenaga profesional dalam menghadapi perubahan kebutuhan pasar.

Bidik Pertumbuhan Berkelanjutan pada 2027

Memasuki kuartal terakhir 2026, ITSEC Asia menempatkan penguatan momentum bisnis dan peningkatan kualitas eksekusi operasional sebagai fokus utama. Pertumbuhan pendapatan, perbaikan margin laba kotor, serta penurunan rugi usaha menjadi sejumlah perkembangan yang diharapkan dapat menopang kinerja perusahaan pada periode berikutnya.

Perseroan juga akan melanjutkan pengembangan solusi AI dan keamanan siber, memperluas peluang pasar bagi platform teknologi yang dimiliki, serta memperkuat kapabilitas talenta. Strategi tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan organisasi yang semakin kompleks dalam mengelola risiko digital.

Peningkatan adopsi AI di berbagai sektor turut membuka peluang bagi perusahaan penyedia solusi keamanan siber. Di satu sisi, teknologi tersebut menawarkan efisiensi dan potensi pengembangan bisnis. Namun, di sisi lain, pemanfaatannya juga menuntut kesiapan organisasi dalam mengelola kerentanan sistem, perlindungan data, dan risiko keamanan.

Patrick mengatakan perusahaan melihat prospek pertumbuhan dari meningkatnya kebutuhan terhadap kapabilitas keamanan siber. ITSEC Asia akan berupaya menerjemahkan peluang pasar tersebut menjadi pengembangan teknologi dan peningkatan nilai bisnis.

“Kami optimistis terhadap peluang yang ada di depan. Kebutuhan akan kapabilitas keamanan siber yang lebih kuat akan terus meningkat seiring semakin luasnya adopsi AI dan keterhubungan digital dalam dunia bisnis. Kami melihat potensi besar untuk terus mengembangkan teknologi, memperkuat kehadiran di pasar serta memberikan nilai lebih bagi pelanggan dan pemegang saham. Fokus kami adalah menerjemahkan peluang tersebut menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi ITSEC Asia," ujarnya.

Dengan dukungan lebih dari 300 tenaga ahli yang tersebar di Indonesia, Singapura, Australia, dan Mauritius, ITSEC Asia memiliki basis operasional di sejumlah pasar kawasan. Perusahaan menyediakan layanan keamanan siber mulai dari konsultasi strategis, integrasi solusi teknologi, hingga pengoperasian Security Operation Center (SOC) dan Managed Security Services (MSS).

ITSEC Asia juga telah terverifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta mengantongi sertifikasi internasional, antara lain ISO 27001, ISO 9001, dan ISO 14001. Perusahaan turut menjadi anggota CREST, organisasi yang berfokus pada standar dan profesionalisme industri keamanan siber.

Portofolio teknologi perusahaan juga mencakup IntelliBroń, platform yang dikembangkan secara lokal untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons insiden siber secara real-time. Pengembangan produk tersebut memperkuat upaya perusahaan menghadirkan solusi perlindungan digital yang adaptif di tengah perubahan lanskap ancaman.

Ke depan, kemampuan perusahaan dalam menjaga pertumbuhan pendapatan, memperbaiki efisiensi operasional, dan mengembangkan produk yang relevan akan menjadi faktor penting dalam mempertahankan momentum bisnis. Di tengah persaingan industri AI dan keamanan siber, ITSEC Asia berupaya menggabungkan penguatan fundamental keuangan dengan ekspansi teknologi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

(tim)

No more pages