Logo Bloomberg Technoz

Selain regulator, delegasi Pertamina juga bertemu dengan Menteri Hidrokarbon dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab. Pembahasan mencakup dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan kerja sama energi, perkembangan pasar energi global, serta peluang kolaborasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia dan Aljazair.

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama Chairman sekaligus CEO Sonatrach, Nour Eddine Daoudi, di kantor perusahaan tersebut di Hydra. Sonatrach merupakan perusahaan minyak dan gas nasional Aljazair sekaligus salah satu mitra strategis Pertamina dalam pengembangan bisnis energi.

Dalam pertemuan tersebut, kedua perusahaan membahas penguatan kolaborasi di sektor hulu migas, kelancaran pasokan minyak mentah ke Indonesia, serta penjajakan peluang kerja sama baru. Pembahasan ini juga diarahkan untuk melengkapi kemitraan yang telah berjalan antara kedua perusahaan.

Pertamina Jaga Operasi Blok 405A dan Perluas Kerja Sama

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan, hubungan dengan pemerintah, regulator, dan mitra industri menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan investasi Pertamina di luar negeri.

Menurut dia, penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Aljazair juga memiliki nilai strategis yang melampaui kepentingan komersial perusahaan. Kemitraan kedua negara dinilai memiliki landasan historis yang perlu terus dijaga melalui kerja sama di berbagai sektor, termasuk energi.

"Indonesia dan Aljazair memiliki ikatan persaudaraan yang kuat sejak era Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika, dan hubungan ini harus terus kita jaga dan perkuat. Karena itu, kemitraan dengan Aljazair bagi Pertamina bukan sekadar hubungan komersial, melainkan kemitraan strategis jangka panjang. Kami mengapresiasi dukungan Sonatrach, ALNAFT, serta Kementerian Hidrokarbon dan Pertambangan Aljazair. Pertamina berkomitmen menjaga keberlanjutan operasi Blok 405A sekaligus menjajaki peluang kerja sama baru yang memberikan manfaat bagi kedua negara dan mendukung ketahanan energi Indonesia,” ujar Oki.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Direktur Utama PHE Virano Nasution menyampaikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan dan Sonatrach atas dukungan yang diberikan selama ini. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat kolaborasi dan menciptakan nilai tambah dari kegiatan operasional di Aljazair.

"kami menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemangku kepentingan terkait dan Sonatrach atas dukungan berkelanjutan yang selama ini diberikan. Kami berkomitmen untuk terus tumbuh bersama, menciptakan nilai tambah, dan berkontribusi nyata untuk pemenuhan pasokan energi."

Selain bertemu dengan para pemangku kepentingan, delegasi juga mengunjungi kantor PT Pertamina Algeria EP (PAEP). Kunjungan tersebut bertujuan memperoleh gambaran mengenai perkembangan operasional, capaian kegiatan lapangan, serta berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan bisnis hulu migas di Aljazair.

Dalam kesempatan itu, manajemen Pertamina juga berdialog dengan para Perwira Pertamina yang bertugas di negara tersebut. Interaksi ini menjadi bagian dari dukungan manajemen kepada tim operasional sekaligus sarana untuk mengevaluasi perkembangan kegiatan usaha secara langsung.

PAEP memiliki peran penting dalam pengelolaan operasi Blok 405A. Aset tersebut menjadi bagian dari portofolio hulu migas internasional Pertamina yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap optimalisasi produksi dan pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Direktur PAEP Jon Erwin mengatakan, kunjungan manajemen memberikan dukungan sekaligus arahan strategis bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja operasional. Menurut dia, penguatan koordinasi dengan mitra dan pemangku kepentingan juga diperlukan untuk mengoptimalkan potensi aset di Aljazair.

“Kunjungan kerja manajemen Pertamina memberikan dukungan dan arahan strategis bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja operasional Blok 405A. PAEP berkomitmen menjalankan operasi secara aman, andal, dan efisien, sekaligus mengoptimalkan potensi produksi serta memperkuat koordinasi dengan para mitra dan pemangku kepentingan di Algeria. Kami akan terus mewujudkan semangat Bring the Barrel Home melalui pengelolaan aset internasional yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional,” ujar Jon Erwin.

Aset Internasional Dukung Ketahanan Energi Nasional

Penguatan operasional di Aljazair menjadi bagian dari strategi Pertamina dalam mengoptimalkan kontribusi aset hulu migas internasional. Selain menjaga kesinambungan produksi, pengelolaan aset di luar negeri juga diarahkan untuk memperkuat portofolio bisnis perusahaan dan mendukung ketersediaan energi bagi Indonesia.

Melalui sinergi dengan pemerintah dan mitra industri setempat, Pertamina berupaya memastikan kegiatan operasional Blok 405A dapat berjalan secara aman, andal, dan efisien. Koordinasi tersebut sekaligus menjadi landasan untuk mengidentifikasi peluang pengembangan bisnis yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi aset.

Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) merupakan bagian dari Subholding Upstream PT Pertamina (Persero) yang mengelola portofolio bisnis hulu migas internasional perusahaan. PIEP menjalankan pengelolaan aset dan kegiatan operasional di sejumlah negara sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis hulu migas Pertamina.

Portofolio internasional PIEP mencakup Aljazair, Malaysia, Irak, Prancis, Italia, Tanzania, Gabon, Kolombia, dan Venezuela. Pengelolaan aset tersebut dilakukan dengan mengedepankan prinsip komersial serta pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab.

Kunjungan kerja Zona-15 ke Aljazair menjadi salah satu langkah untuk memperkuat posisi Pertamina dalam pengelolaan aset internasional. Melalui koordinasi yang lebih erat dengan regulator, pemerintah, dan mitra industri, perusahaan berharap dapat menjaga keberlanjutan operasi sekaligus membuka peluang kerja sama baru.

Ke depan, penguatan kemitraan Indonesia dan Aljazair di sektor energi diharapkan memberikan manfaat bagi kedua negara. Optimalisasi aset internasional Pertamina juga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi sektor hulu migas terhadap ketahanan energi nasional.

(tim)

No more pages