Para investor kini menunjukkan toleransi yang lebih rendah terhadap perusahaan-perusahaan teknologi yang bisnis intinya melambat tatkala pengeluaran untuk AI justru melonjak. Laporan kinerja Alphabet Inc dan Amazon.com Inc memperkuat kekhawatiran bahwa AI justru menggerus bisnis yang selama ini menjadi sumber pendanaan investasi tersebut. Para pedagang bersiap menghadapi volatilitas lebih tinggi, dengan pemilihan paruh waktu AS yang berlangsung pekan ini dan laporan kinerja Nvidia Corp yang dijadwalkan terbit pada akhir November.
“Terungkapnya fakta bahwa perusahaan-perusahaan hyperscaler ini mengalami perlambatan pada bisnis inti mereka menunjukkan bahwa keuntungan besar yang selama ini dijanjikan akan datang pada akhirnya justru semakin tertunda,” kata Matt Maley dari Miller Tabak.
Bisnis periklanan, konsumen, dan ritel yang menopang total belanja AI sebesar US$750 miliar oleh perusahaan-perusahaan teknologi raksasa AS tahun ini mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai berapa lama lonjakan investasi itu dapat terus berlangsung dengan laju seperti sekarang.
Di sisi lain, Binance mencatat arus keluar bersih aset kripto sebesar US$3,6 miliar setelah kembali mengizinkan penarikan dana nasabah pada Minggu. Bursa mata uang kripto terbesar di dunia itu mengatakan arus keluar dana mulai mereda setelah sempat melonjak tajam pada awalnya. Binance sebelumnya membekukan penarikan dana menyusul peretasan senilai US$6,3 miliar pada Kamis, sembari menyelidiki insiden dan menstabilkan platform. Perusahaan tersebut juga berjanji mengganti seluruh kerugian nasabah.
Di Asia, bank sentral China dan regulator sekuritas negara tersebut akan menggelar pertemuan pada Senin untuk membahas penggunaan instrumen yang dirancang guna mendukung pasar modal, menurut media setempat.
Indeks CSI 300 merosot hingga memasuki pasar bearish pada Oktober, setelah turun 8,5% dan mencatatkan penurunan selama 12 pekan berturut-turut, rekor terpanjang sepanjang sejarah indeks tersebut.
Aksi jual pada Jumat memicu lonjakan volatilitas yang telah lama dinantikan, setelah laporan kinerja mengecewakan dari sejumlah raksasa teknologi memperbesar kekhawatiran mengenai keberlanjutan reli yang didorong AI. Indeks Volatilitas Cboe (VIX) sempat menyentuh level intraday tertinggi sejak April. Permintaan terhadap opsi put untuk melindungi investor dari potensi kerugian lebih lanjut juga melonjak, sementara korelasi pergerakan antar-saham meningkat. Seluruhnya menjadi tanda meningkatnya tekanan di pasar. Meski demikian, indikator-indikator tersebut masih jauh di bawah level yang tercatat pada Maret setelah AS dan Israel menyerang Iran.
Koreksi pasar tersebut juga mendorong sejumlah investor mulai mencari peluang untuk membeli saham. Mike Wilson dari Morgan Stanley mengatakan, ia melihat beberapa peristiwa yang berpotensi memicu penyesuaian pasar dalam waktu dekat, sehingga untuk sementara dapat menekan harga saham dan membuka peluang bagi investor untuk menambah kepemilikan.
“Situasi ini lebih terlihat seperti rotasi yang masih mengarah positif bagi pasar, dengan penurunan valuasi sebagai inti dari pergerakannya, ketimbang awal dari pelemahan pasar secara luas,” kata Florian Ielpo, kepala riset makro di Lombard Odier Investment Management.
(bbn)





























