Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Siap Menguat, Mengekor Reli Wall Street & Sentimen AI

News
28 October 2026 07:00

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan menguat pada Rabu (28/10), mengikuti kenaikan di Wall Street. Optimisme baru terhadap kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendorong pasar saham naik menjelang rilis laporan keuangan sejumlah raksasa industri dan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Kontrak berjangka indeks saham Australia, Jepang, dan Korea Selatan mengindikasikan penguatan setelah indeks acuan saham perusahaan semikonduktor AS yang banyak dipantau investor melonjak 3,6%. Kontrak berjangka saham AS bergerak relatif stabil setelah Nasdaq 100 naik 1,3%, mencatatkan kinerja harian terbaiknya dalam lebih dari sebulan, sementara S&P 500 menguat 0,6%. Penjualan saham Meta Platforms Inc senilai US$25 miliar mengalami kelebihan permintaan hingga lima kali lipat. Sementara itu, Oracle Corp memperluas kemitraannya dengan OpenAI.


Tiga perusahaan terbesar dunia—Alphabet Inc, Microsoft Corp, dan Amazon.com Inc—juga diperkirakan mencatatkan pertumbuhan yang solid ketika merilis laporan keuangan pekan ini.

Harga minyak AS secara umum bertahan di sekitar level setelah penurunan pada sesi sebelumnya. Minyak mentah Brent diperdagangkan di bawah US$114 per barel ketika para pelaku pasar mencermati upaya meredakan ketegangan di Teluk Persia. Harga obligasi pemerintah AS (Treasury) bergerak relatif stabil, sementara dolar menguat.

Nasdaq 100 Climbs Most in Five Weeks. (Sumber: Bloomberg).