Selain investasi, Kadin juga menyampaikan komitmen dunia usaha untuk mendukung pengembangan industri masa depan, termasuk kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data.
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa besarnya kontribusi investasi domestik menunjukkan peran strategis pengusaha nasional.
“Kalau dilihat, PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya.
Lebih lanjut, Anindya menyampaikan sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan, antara lain industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), dan pusat data (data center) yang memiliki potensi penggunaan komponen lokal cukup besar.
“Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak,” imbuh Anindya.
Dalam kesempatan tersebut, Anindya juga menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah berbagai gejolak global.
“Indonesia continues to be the bright spot.” Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot. Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia justru menjadi lebih kuat dari waktu ke waktu. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient," pungkasnya.
(mef)




























