Pelanggan prabayar perlu membeli token listrik sebelum menggunakan listrik. Sementara itu, pelanggan pascabayar membayar tagihan setelah pemakaian listrik tercatat dan tagihan diterbitkan.
Berikut daftar tarif listrik per kWh yang berlaku pada November 2026 berdasarkan golongan pelanggan yang dilansir Bloomberg Technoz dari berbagai sumber.
1. Pelanggan Rumah Tangga Nonsubsidi
-
R-1/TR daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
-
R-1/TR daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
-
R-1/TR daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
-
R-2/TR daya 3.500–5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
-
R-3/TR, TM daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh
2. Pelanggan Bisnis
-
B-2/TR daya 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
-
B-3/TM, TT daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
3. Pelanggan Industri
-
I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
-
I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh
4. Keperluan Pemerintah dan Penerangan Jalan Umum
-
P-1/TR daya 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
-
P-2/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
-
P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
-
L/TR, TM, TT pada berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh
5. Keperluan Pelayanan Sosial
-
S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh
-
S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh
-
S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh
-
S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh
-
S-2/TR daya 3.500 VA–200 kVA: Rp 900 per kWh
-
S-2/TM daya di atas 200 kVA: Rp 925 per kWh
6. Pelanggan Rumah Tangga Bersubsidi
-
R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
-
R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh
Itulah daftar tarif listrik PLN per kWh yang berlaku pada November 2026 berdasarkan golongan pelanggan dan daya listrik. Tarif tersebut dapat menjadi acuan untuk memperkirakan biaya pemakaian listrik maupun menyesuaikan pembelian token sesuai dengan golongan daya masing-masing.
(seo)
































