Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, Kidney Care UK menjelaskan bahwa gatal akibat penyakit ginjal bisa dirasakan di seluruh tubuh atau hanya pada bagian tertentu. Area yang sering terdampak meliputi punggung, wajah, lengan dan area di sekitar akses vaskular pada pasien yang menjalani dialisis.

Gatal juga bisa dirasakan pada kedua sisi tubuh secara bersamaan. Sebagian orang menggambarkannya seperti kesemutan atau sensasi seolah ada sesuatu yang merayap di bawah permukaan kulit.

Gatal Bisa Memburuk pada Malam Hari

Keluhan gatal akibat penyakit ginjal dapat semakin parah pada malam hari. Kondisi ini bisa mengganggu tidur dan membuat penderitanya merasa kelelahan pada keesokan harinya. Jika berlangsung terus-menerus, rasa gatal juga dapat memengaruhi suasana hati, konsentrasi, hingga aktivitas sosial.

Hal ini dialami Jen Trunk, penderita penyakit ginjal yang juga mengalami pruritus, yaitu sensasi gatal pada kulit yang menimbulkan keinginan kuat untuk menggaruk.

Ia menggambarkan rasa gatal tersebut seperti kesemutan di dalam kulit yang semakin kuat setiap kali digaruk. Keluhan itu bahkan dapat membuatnya kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk berkonsentrasi saat mengemudi maupun berbicara dengan orang lain.

Selain malam hari, rasa gatal juga bisa memburuk ketika seseorang terpapar suhu yang terlalu panas atau dingin, mengalami stres, melakukan aktivitas fisik, maupun setelah mandi.

Mengapa Penyakit Ginjal Bisa Menyebabkan Gatal?

Penyebab pasti gatal kronis pada penderita penyakit ginjal belum sepenuhnya dipahami. Namun, ada beberapa faktor yang diduga berperan dalam munculnya keluhan tersebut.

Salah satunya adalah menurunnya kemampuan ginjal untuk membuang zat sisa metabolisme dari dalam tubuh. Akibatnya, zat tertentu dapat menumpuk dan berkontribusi terhadap munculnya rasa gatal.

Selain itu, beberapa faktor lain yang diduga memicu atau memperburuk keluhan meliputi ketidakseimbangan mineral dalam tubuh, peradangan, gangguan saraf, kulit yang sangat kering dan perubahan zat kimia dalam tubuh yang memengaruhi respons terhadap rasa gatal.

Bagi pasien yang menjalani hemodialisis, kecukupan proses dialisis juga perlu diperhatikan. Jika darah tidak dibersihkan secara optimal, rasa gatal dapat tetap muncul atau bahkan memburuk.

Alex Barrios, penderita gagal ginjal, mengaku mengalami gatal sejak awal perjalanan penyakitnya, bahkan sebelum menjalani dialisis. Ia awalnya kesulitan mencari tahu penyebab keluhan tersebut, terutama karena rasa gatal sering muncul di punggung dan juga dirasakan di bagian tubuh lainnya.

Setelah menjalani dialisis, Alex mengetahui bahwa gatal dapat menjadi salah satu gejala penyakit ginjal stadium akhir. Ia kemudian berkonsultasi dengan tim perawatannya untuk mencari cara mengatasi masalah tersebut.

Meski demikian, gatal yang menetap tidak selalu menandakan penyakit ginjal. Keluhan serupa juga dapat disebabkan oleh kulit kering, alergi, atau kondisi kesehatan lainnya. Karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya, terutama jika gatal berlangsung lama dan tidak membaik.

Cara Meredakan Gatal Akibat Penyakit Ginjal

Gatal yang berkaitan dengan penyakit ginjal dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebab serta kondisi masing-masing pasien. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan keluhan:

  1. Gunakan pelembap tanpa pewangi. Pilih pelembap yang dapat membantu menjaga kelembapan kulit tanpa menambah risiko iritasi akibat pewangi.

  2. Pilih sabun dan produk mandi yang lembut. Produk yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko kulit menjadi semakin kering atau teriritasi.

  3. Kenakan pakaian yang nyaman. Pakaian longgar berbahan lembut, seperti katun, dapat membantu mengurangi gesekan pada kulit.

  4. Hindari lingkungan yang terlalu kering. Udara yang sangat kering dapat memperburuk kondisi kulit dan rasa gatal.

  5. Keringkan kulit dengan lembut setelah mandi. Tepuk-tepuk kulit menggunakan handuk daripada menggosoknya terlalu keras agar tidak semakin teriritasi.

Jika gatal terus berulang, mengganggu tidur, atau tidak membaik meski sudah melakukan perawatan kulit, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Perlu diingat, rasa gatal saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami gagal ginjal. Jika keluhan berlangsung lama atau muncul tanpa penyebab yang jelas, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui kondisi yang mendasarinya.

(seo)

No more pages