Logo Bloomberg Technoz

Pernyataannya ini disampaikan, menyusul konfirmasi dari Teheran bahwa para pejabat telah menerima surat dari Wakil Presiden AS JD Vance, yang dilaporkan WSJ sebagai upaya untuk menghidupkan kembali negosiasi perdamaian antara kedua negara.

Harga Minyak Terus Menguat di Tengah Risiko Eskalasi Iran. (Bloomberg)

Harga minyak acuan global, Brent, telah melonjak 11% sepanjang Oktober dan mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir, seiring berlarut-larutnya konflik. 

Kenaikan harga bulan ini terjadi meski arus pasokan dari Timur Tengah kembali pulih; para produsen berhasil mengirim kargo melalui Selat Hormuz, kendati risiko terhadap pelayaran di wilayah tersebut masih tinggi.

Risiko ini kembali nyata setelah sebuah kapal tanker terkena proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz pada Kamis, menurut UK Maritime Trade Operations.

Sementara itu, ExxonMobil Holdings Corp. dan Chevron Corp. membatalkan rencana untuk menghadiri konferensi minyak ADIPEC di Abu Dhabi bulan depan, dengan alasan kekhawatiran keamanan yang meningkat.

Pemilu paruh waktu AS—akan digelar pada 3 November, tepat di pertengahan masa jabatan kedua Trump—akan menentukan pihak mana yang menguasai Kongres. Menjelang pemilu, jajak pendapat nasional menunjukkan bahwa perang di Iran tidak mendapat dukungan publik.

Selain itu, banyak pemilih merasa tidak puas atas kenaikan biaya hidup, termasuk lonjakan harga bahan bakar. Harga rata-rata solar telah naik hampir 80% tahun ini, bahkan sempat mencapai rekor tertinggi pada September.

Di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sekutunya berhasil mengamankan 53 kursi dalam Pemilu yang digelar pekan ini. Jumlah tersebut mengungguli blok oposisi utama yang meraih 48 kursi, tetapi masih belum mencapai mayoritas yang yang memungkinkan mereka berkuasa tanpa dukungan tambahan.

Negara tersebut, bersama dengan AS, memulai perang melawan Iran pada akhir Februari dengan tujuan untuk melumpuhkan program nuklirnya.

Perusahaan-perusahaan raksasa minyak akan menutup serangkaian laporan laba minggu ini, dengan hasil kinerja dari ExxonMobil dan Chevron dijadwalkan dirilis pada Jumat malam. CEO Shell Plc, Wael Sawan, mengatakan pada Kamis bahwa harga minyak saat ini tidak lagi bersifat sementara karena cadangan global sangat menipis. 

Harga:

  • Minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember naik 0,8% menjadi US$102,81 per barel pada pukul 07.04 pagi waktu Singapura.
  • Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember, yang akan berakhir pada Jumat, turun 0,4% dan ditutup pada harga US$114,88 per barel.

(bbn)

No more pages