Ekonom: Arus Keluar Asing Berlanjut Meski FED Tahan Suku Bunga
Redaksi
29 October 2026 11:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan federal funds rate pada kisaran 3,75-4% melalui pemungutan suara dengan hasil 10-2.
Meski demikian, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai bahwa keputusan The Fed hanya memberi jeda tekanan, bukan membuka ruang pelonggaran kebijakan bagi Indonesia.
Menurutnya, The Fed tetap melihat ekonomi AS tumbuh kuat dan konsumsi bertahan, sementara perbedaan suara dalam rapat justru mengarah pada kenaikan suku bunga.
Pasar juga masih memperkirakan kebijakan dapat kembali diperketat pada Desember. Kondisi ini membuat imbal hasil US Treasury tetap tinggi dan likuiditas global belum beralih ke aset berisiko.
“Arus keluar dari pasar keuangan Indonesia mungkin melambat, tetapi belum akan berbalik menjadi arus masuk. Penyebabnya bukan hanya kebijakan suku bunga AS. Di pasar saham, tekanan juga dipicu oleh konsultasi MSCI, kemudian meluas ke SBN dan SRBI,” sebut Yusuf kepada Bloomberg Technoz, Kamis (29/10/2026).






























