Logo Bloomberg Technoz

2 Orang Keracunan MBG di Sumba Berasal dari Telur, BGN Tutup SPPG

Merinda Faradianti
29 October 2026 10:10

Siswa mengambil MBG secara prasmanan di SMP Kemala Bhayangkari 3, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa mengambil MBG secara prasmanan di SMP Kemala Bhayangkari 3, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Proses pengolahan bahan pangan yang disinyalir menyalahi aturan waktu pemasakan kini menjadi sorotan utama dalam insiden keracunan peserta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sajian telur saus woku diduga kuat menjadi penyebab puluhan siswa mengalami gangguan kesehatan usai menyantapnya pada Selasa (27/10/2026).

Indikasi awal mengungkapkan adanya deviasi jadwal pengolahan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumbawa Tarano Labuhan Bontong. Kepala SPPG diketahui telah mulai merebus telur sejak pukul 00.00 WITA—dua jam lebih awal dari standar operasional prosedur (SOP) yang menetapkan proses penyiapan baru boleh dimulai pukul 02.00 WITA.

Menanggapi temuan pada menu olahan telur tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil tindakan tegas dengan membekukan sementara aktivitas operasional fasilitas tersebut lewat status suspend sedang.


Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengonfirmasi keputusan penghentian sementara sembari menunggu kepastian ilmiah dari pengujian sampel di laboratorium.

“SPPG Sumbawa Tarano Labuhan Bontong saat ini sudah diberikan surat pemberhentian sementara atau suspend dengan kategori sedang. Berkaitan dengan tindak lanjutnya, kami akan menunggu hasil pemeriksaan makanan oleh instansi terkait,” ujar Tysa di Jakarta, dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (29/10/2026).