Pemulihan GBC
Di sisi lain, manajemen FCX menyatakan pemulihan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) berjalan sesuai target—usai sebelumnya sempat tutup gegara terdapat longsor bawah tanah.
Pada kuartal ketiga tahun 2026, kapasitas produksi smelter perseroan rata-rata mencapai 141 ribu mt bijih per hari atau setara 67% dari kapasitas. Dalam kaitan itu, tambang GBC sudah mulai memasok bijih sekitar 70 ribu mt per hari dari.
“PTFI tetap memperkirakan akan mencapai 80% dari kapasitas pada pertengahan tahun 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir tahun 2027,” ungkap manajemen FCX.
Lebih lanjut, PTFI disebut telah menyelesaikan kegiatan restorasi yang diperlukan untuk memulai penambangan di Blok Produksi 2 dan 3 GBC, serta memulai kegiatan peningkatan produksi awal pada akhir Maret 2026.
Manajemen FCX menegaskan PTFI terus melakukan persiapan untuk memulai kembali produksi dari Blok Produksi 1S sesuai target pada pertengahan 2027.
Sekadar informasi, penjualan tembaga dan emas Freeport Indonesia sepanjang Januari—September 2026 turun tajam, dengan penjualan tembaga sebesar 388 juta pon atau anjlok 64,5% secara tahunan (yoy) dan penjualan emas sebesar 332.000 ons atau merosot 65,9% yoy.
Berdasarkan laporan operasional FCX, produksi tembaga PTFI juga turun 43,2% yoy menjadi 549 juta pon dari 966 juta pon pada Januari—September 2025.
Sementara itu, harga jual rata-rata tembaga justru meningkat 40,5% menjadi menjadi US$6,21 per pon dari US$4,42 per pon.
Pada lini emas, penjualan emas merosot 65,9% yoy menjadi 332.000 ons jika dibandingkan dengan sembilan bulan pertama pada tahun lalu sebesar 975.000 ons.
Begitu juga produksi emas, turun 42,4% yoy pada Januari—September 2026 menjadi 505.000 ons dari 876.000 ons pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah penurunan volume tersebut, harga jual rata-rata emas meningkat 36,5% yoy menjadi US$4.583 per ons dari US$3.357 per ons pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen FCX menjelaskan, penurunan penjualan tembaga dan emas terutama disebabkan oleh tingkat operasi PTFI yang lebih rendah selama proses peningkatan produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).
Selain itu, penjualan emas pada kuartal III-2026 turut terdampak penundaan penjualan sekitar 60.000 ons emas olahan dari kuartal III ke kuartal IV-2026.
Untuk diketahui, smelter pertama milik Freeport, PT Smelting, dibangun pada 1996 bersama konsorsium Jepang dan dioperasikan oleh Mitsubishi. PT Smelting terletak di Gresik, Jawa Timur dan menjadi smelter tembaga pertama di Tanah Air.
PT Smelting disebut mampu mengolah 1.00.000 ton konsentrat tembaga menjadi 300.000 ton katoda tembaga setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan produksi di dalam maupun luar negeri.
Selanjutnya, Freeport memiliki smelter katoda tembaga di kawasan industri JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur. Pembangunan dimulai pada Oktober 2021, tetapi tertunda akibat pandemi Covid-19 sebelum akhirnya diresmikan pada Kamis (27/6/2024).
Smelter kedua PTFI ini merupakan smelter katoda tembaga dengan desain single line terbesar di dunia dan dirancang agar mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi hingga 1,7 juta ton setelah beroperasi penuh.
(azr/wdh)






























