Logo Bloomberg Technoz

Masyarakat dapat mengakses CCTV milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui tautan berikut:

Link CCTV DKI Jakarta: https://jakcctv.jakarta.go.id/publik

Halaman tersebut menyediakan fitur pencarian kamera berdasarkan nama lokasi atau identitas kamera (site ID). Pengguna dapat memasukkan nama jalan atau titik yang ingin diperiksa, kemudian memilih kamera yang tersedia.

Sejumlah kamera berada di kawasan jalan utama dan persimpangan Jakarta, termasuk Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Gatot Subroto. Pengendara dapat memilih kamera yang berdekatan dengan rute perjalanan untuk memperoleh gambaran kondisi lalu lintas.

Jika tersedia beberapa kamera di sepanjang jalur, pengguna dapat membandingkan tayangan dari sejumlah titik sebelum memutuskan waktu keberangkatan atau memilih rute alternatif.

2. CCTV Jalan Tol Bina Marga

Pengguna jalan tol dapat memanfaatkan layanan CCTV yang disediakan Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum.

Link CCTV Jalan Tol Bina Marga: https://binamarga.pu.go.id/contents/cctv_tol

Situs tersebut menyediakan daftar ruas tol di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Tol Dalam Kota, Jakarta-Tangerang, dan Jakarta-Bogor-Ciawi.

Untuk melihat situasi jalan, pengguna dapat mencari nama ruas yang akan dilalui dan memilih kamera yang tersedia. Pada sejumlah ruas, situs juga menampilkan jumlah kamera yang berstatus daring.

Ketersediaan tayangan dapat berbeda antarruas karena pengelolaan CCTV dilakukan oleh badan usaha jalan tol terkait. Karena itu, tidak semua kamera selalu dapat diakses pada waktu yang sama.

Sebelum memasuki jalan tol, pengendara dapat memeriksa kamera di sekitar gerbang masuk, persimpangan, maupun ruas yang menjadi bagian dari perjalanan.

3. CCTV Tol Dalam Kota Jakarta

Pengendara yang hendak melintasi Tol Dalam Kota dapat langsung membuka halaman khusus CCTV ruas tersebut.

Link CCTV Tol Dalam Kota: https://binamarga.pu.go.id/contents/cctv_tol/?id_ruas=dalam-kota

Halaman ini menyediakan tayangan kamera dari sejumlah titik, termasuk KM 10+600, KM 19+000, KM 18+200, KM 17+000, KM 16+100, KM 14+000, KM 13+200, KM 12+000, dan KM 11+000, serta beberapa titik di kawasan Cawang-Cililitan dan Halim.

Pengguna dapat memilih kamera berdasarkan lokasi yang ingin diperiksa. Cara ini membantu pengendara memperoleh gambaran kondisi di beberapa bagian jalan tol sebelum menuju pusat Jakarta atau melintasi kawasan yang berdekatan dengan lokasi demonstrasi.

Namun, rencana demonstrasi tidak otomatis membuat seluruh ruas tol mengalami kepadatan. Kondisi aktual tetap perlu diperiksa melalui tayangan kamera dan informasi lalu lintas terkini.

4. Molecool Live CCTV

Selain layanan pemerintah, masyarakat dapat memanfaatkan Molecool Live CCTV untuk memantau kondisi jalan dan cuaca di Jakarta serta sekitarnya.

Link Molecool Live CCTV: https://www.molecool.id/live-cctv

Layanan ini menyediakan tayangan kamera dari sejumlah lokasi, termasuk kawasan Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Pengguna dapat memilih kamera yang sesuai dengan wilayah perjalanan.

Molecool menyebut layanan tersebut dapat digunakan untuk memantau kondisi jalan dan cuaca melalui web. Namun, ketersediaan kamera bergantung pada status layanan dan akses yang tersedia bagi pengguna.

Molecool juga menyediakan fitur sign in untuk mengakses lebih banyak kamera. Pengguna sebaiknya memeriksa ketersediaan tayangan dari lokasi yang dibutuhkan sebelum menjadikannya sebagai acuan perjalanan.

Pantau Informasi Pengalihan Arus

Selain memeriksa CCTV Jakarta, masyarakat perlu mengikuti informasi resmi dari Polda Metro Jaya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Informasi tersebut dapat membantu pengendara mengetahui potensi pengalihan arus, penutupan jalan, maupun pembatasan akses di sekitar lokasi demonstrasi. Dengan begitu, pengguna jalan dapat menyesuaikan waktu keberangkatan dan mempertimbangkan rute lain apabila diperlukan.

Pengendara juga disarankan memeriksa lebih dari satu kamera jika perjalanan melewati beberapa kawasan. Kondisi lalu lintas di satu titik belum tentu mencerminkan situasi di seluruh ruas yang akan dilalui.

Perlu diperhatikan bahwa tayangan CCTV bukan jaminan kondisi jalan akan tetap sama ketika pengendara tiba di lokasi. Situasi dapat berubah mengikuti pergerakan massa, volume kendaraan, dan kebijakan petugas di lapangan.

Dengan menggabungkan pemantauan CCTV dan informasi resmi, masyarakat dapat merencanakan perjalanan secara lebih cermat pada Rabu (28/10/2026). Pengendara tetap perlu mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas selama perjalanan.

(red)

No more pages