Logo Bloomberg Technoz

Melalui koordinasi dan rapat intensif yang dilakukan hampir setiap minggu bersama SKK Migas, proses perancangan tersebut akhirnya dapat diselesaikan lebih cepat.

Adapun beberapa lingkup pekerjaan utama dalam perancangan FEED Blok Masela adalah sebagai berikut.

1. Tahap Subsea Umbilical Riser and Flowline (SURF) dan Gas Export Pipeline (sistem pipa bawah laut, kabel kontrol, serta pipa ekspor gas) yang dikerjakan oleh PT World Sea Indonesia.

2. Tahap Floating Storage and Offloading (FID-FSO) atau fasilitas penyimpanan dan bongkar muat terapung, yang dikerjakan oleh dua konsorsium kontraktor, yaitu konsorsium PT Saipem, PT Tripatra, PT McDermott, dan PT Technip Indonesia, serta PT JGC Indonesia.

3. Tahap Offshore Liquefied Natural Gas (FID-OLNG) atau kilang pencairan gas alam terapung di lepas pantai, yang dikerjakan oleh konsorsium JGC dan Technip, serta konsorsium PT KBR, Samsung, dan Adhi Karya.

Lebih lanjut, Djoko menyampaikan kualitas hasil rancangan ini juga diperkuat melalui peninjauan desain independen (independent design review) yang melibatkan lebih dari 200 tenaga ahli bergelar profesor dan doktor dari tiga perguruan tinggi terkemuka; Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Pattimura. 

Djoko menambahkan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia  telah menandatangani persetujuan alokasi gas domestik bagi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupa pasokan gas pipa untuk PT Pupuk Indonesia (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

"Alhamdulillah kemarin dan sehari sebelumnya juga Bapak Menteri telah menandatangani persetujuan alokasi gas domestik, baik itu berupa gas pipa untuk Pupuk Indonesia, untuk PLN, dan PGN," ungkap Djoksis. 

Sebagai informasi, Proyek LNG Abadi Masela saat ini menjadi proyek migas terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai sekitar US$22 miliar. 

Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi gas sebesar 1.380 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari, yang nantinya akan dialokasikan menjadi sales gas LNG (gas alam cair untuk penjualan) sebesar 9,5 Million Tons Per Annum (MTPA) atau juta ton per tahun, pasokan gas pipa domestik sebesar 100 MMSCFD, serta produksi kondensat mencapai 35.000 barel per hari.

(smr/ros)

No more pages