“Penyaluran KUR menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan tepat sasaran bagi UMKM. Dominasi sektor produksi juga menunjukkan peran KUR dalam mendorong peningkatan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian di berbagai daerah,” ujar Akhmad.
Sektor Produktif Jadi Fokus Pembiayaan BRI
Dalam menyalurkan KUR, BRI mengedepankan prinsip ketepatan sasaran, kehati-hatian, dan kualitas pembiayaan. Pendekatan tersebut diterapkan untuk memastikan kredit dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan usaha sekaligus menjaga keberlanjutan penyaluran pembiayaan kepada pelaku UMKM.
Jaringan layanan BRI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia turut mendukung upaya tersebut. Jangkauan ini memungkinkan perseroan memahami karakteristik usaha dan kebutuhan pembiayaan masyarakat, termasuk pelaku usaha yang berada di daerah dengan akses layanan keuangan yang terbatas.
Pembiayaan yang diarahkan ke sektor produktif diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan modal kerja, tetapi juga mendukung pengembangan usaha dalam jangka panjang. Dengan dukungan pendanaan yang sesuai, pelaku UMKM memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing.
Akhmad menegaskan bahwa penyaluran KUR merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pemberdayaan usaha di tingkat masyarakat. Karena itu, perseroan berkomitmen menjaga kualitas pembiayaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para penerima.
“KUR BRI bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. BRI akan terus menjaga kualitas penyaluran KUR agar memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan usaha dan membuka kesempatan bagi semakin banyak UMKM untuk tumbuh dan naik kelas,” lanjut Akhmad.
Peran KUR dalam memperluas akses keuangan juga tercermin dari akumulasi penyalurannya selama lebih dari satu dekade. Sepanjang 2015 hingga Agustus 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.580 triliun kepada 49,2 juta penerima di seluruh Indonesia.
Capaian kumulatif tersebut menunjukkan besarnya jangkauan pembiayaan BRI bagi pelaku usaha kecil. Selain memperluas inklusi keuangan, penyaluran KUR juga menjadi salah satu instrumen untuk mendukung UMKM sebagai bagian penting dari struktur perekonomian nasional.
BRI Salurkan Kredit Program Perumahan Rp11,9 Triliun
Selain memperluas pembiayaan bagi UMKM, BRI turut mendukung program prioritas pemerintah melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Pembiayaan ini ditujukan untuk memperkuat akses pendanaan pada sektor perumahan, baik dari sisi permintaan maupun penyediaan.
Hingga akhir Agustus 2026, penyaluran KPP BRI tercatat mencapai Rp11,9 triliun. Nilai tersebut terdiri atas KPP Demand sebesar Rp9,62 triliun dan KPP Supply sebesar Rp2,29 triliun.
Penyaluran KPP Demand berkaitan dengan dukungan pembiayaan dari sisi permintaan, sedangkan KPP Supply diarahkan untuk mendukung sisi penyediaan perumahan. Kedua komponen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akses pembiayaan dalam ekosistem sektor perumahan.
Dukungan terhadap program perumahan melengkapi peran BRI dalam menyediakan pembiayaan bagi berbagai kebutuhan ekonomi masyarakat. Melalui penyaluran KUR dan KPP, perseroan berupaya menjangkau kebutuhan pendanaan di sektor usaha produktif sekaligus mendukung program prioritas pemerintah.
Akhmad mengatakan, integrasi akses pembiayaan dengan pemberdayaan usaha menjadi bagian dari komitmen BRI untuk mendorong pertumbuhan UMKM. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian.
“Dengan mengintegrasikan akses pembiayaan dan pemberdayaan usaha, BRI berkomitmen untuk mendorong UMKM agar semakin produktif, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Akhmad.
Melalui penyaluran KUR yang berorientasi pada sektor produksi dan dukungan terhadap pembiayaan perumahan, BRI melanjutkan perannya dalam memperluas akses keuangan masyarakat. Ke depan, kualitas penyaluran dan keberlanjutan usaha penerima pembiayaan menjadi aspek penting untuk memastikan dukungan tersebut memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
(RAD/tim)






























