Logo Bloomberg Technoz

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Freeport, Tony Wenas, mengatakan smelter tersebut memiliki kapasitas mampu mengolah 6,000 ton lumpur anoda menggunakan teknologi double flash melting dan converting melting. Adapun produk yang dihasilkan dari smelter ini nantinya adalah katoda tembaga, emas dan perak murni batangan, platinum group metal. Total biaya pembangunan diperkirakan mencapai US$ 3 miliar.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan smelter Gresik merupakan kewajiban perusahaan setelah Freeport mendapatkan perpanjangan kontrak Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada 2018. 

Ketetapan tersebut mewajibkan Freeport untuk merampungkan proyek smelter dalam jangka waktu lima tahun, tepatnya pada 21 Desember 2023. 

"Pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi kami sehingga kami mengajukan ada keterlambatan proyek kepada pemerintah," ujar Tony. 

Kendati demikian, Komisi Energi DPR tetap mendesak Freeport dan MIND ID agar bisa menyelesaikan pembangunan Smelter Gresik pada akhir tahun 2023.

(evs/bbn)

No more pages