Logo Bloomberg Technoz

Bolsonaro yang lebih muda menyerukan agar hasil pemilihan putaran kedua dibatalkan. Ia mengeklaim Mahkamah Agung Brasil mengubah aturan pemilu di tengah proses pemungutan suara dengan memperpanjang waktu pemungutan suara pada Minggu.

Seruan tersebut menggemakan respons ayahnya sendiri setelah kalah dalam pemilu empat tahun lalu. Para pendukung mantan Presiden Jair Bolsonaro menyerbu gedung-gedung pemerintahan dalam upaya membatalkan kekalahannya pada pemilu 2022. Jair Bolsonaro kemudian dinyatakan bersalah atas upaya merencanakan kudeta.

Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada Senin, Flávio Bolsonaro mengatakan dirinya telah menerima perintah dari Kepolisian Federal untuk menyerahkan paspornya dan dilarang meninggalkan negara itu. Ia mengaitkan tindakan tersebut dengan perintah Mahkamah Agung yang didasarkan pada pernyataan saudaranya, Eduardo, yang mengatakan bahwa Flávio harus meninggalkan Brasil jika kalah dalam pemilu.

Kemenangan Lula yang sulit diperkirakan sebelumnya menjadi pukulan bagi Trump di panggung internasional, hanya sepekan sebelum Partai Republik yang dipimpinnya menghadapi pemilihan paruh waktu yang diperkirakan sulit di AS.

Seandainya menang, Bolsonaro yang lebih muda—seorang konservatif dengan gaya populisme yang dipengaruhi Trump—diperkirakan akan membawa perekonomian terbesar di Amerika Latin itu ke arah kanan dan menjadi sekutu kuat Washington ketika AS berupaya kembali menegaskan dominasinya di kawasan tersebut.

Hubungan Trump dengan Brasil dan Lula diwarnai ketegangan selama masa jabatan kedua Trump, dengan keluarga Bolsonaro kerap menjadi pusat perselisihan tersebut. Trump memberlakukan tarif terhadap Brasil dalam upaya yang tidak berhasil untuk membantu Jair Bolsonaro lolos dari hukuman atas kasus yang menjeratnya.

Lula berhasil memperbaiki hubungan dengan Trump setelah pemberlakuan tarif yang lebih tinggi. Upaya tersebut terbantu oleh pertemuan spontan keduanya di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2025. Meski demikian, pemimpin Brasil itu tetap menjadi wajah oposisi sayap kiri di kawasan tersebut terhadap agenda global Trump. Brasil termasuk di antara sedikit negara yang masih menentang apa yang disebut Trump sebagai Doktrin Donroe untuk Belahan Bumi Barat.

(bbn)

No more pages