Logo Bloomberg Technoz

El Niño Perparah Kebakaran Hutan, Strategi Hujan Buatan Diuji

News
27 October 2026 08:30

Pertamina Hulu Indonesia memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah operasional di Kalimantan. (Dok. PHI)
Pertamina Hulu Indonesia memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah operasional di Kalimantan. (Dok. PHI)

Mary Hui dan Chandra Asmara - Bloomberg News

Bloomberg, Operasi penyemaian awan di langit Asia Tenggara belum banyak membantu memadamkan kebakaran hutan maupun mengurai kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut selama berbulan-bulan. Kondisi ini memperlihatkan keterbatasan upaya untuk memodifikasi cuaca.

Indonesia dan Malaysia telah melakukan lebih dari 100 operasi sepanjang tahun ini untuk memicu hujan guna mengatasi kondisi sangat kering yang diperparah oleh El Niño. Kondisi tersebut telah mengeringkan tanah di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Kabut asap beracun akibat musim kebakaran hutan terburuk dalam satu dekade terakhir telah mengganggu panen kelapa sawit, memaksa sekolah-sekolah ditutup, serta menurunkan kualitas udara hingga ke tingkat tidak sehat di negara tetangga, Singapura dan Kuala Lumpur.


Namun, operasi yang menelan biaya besar tersebut sejauh ini belum memberikan hasil yang signifikan dan berkelanjutan. Operasi itu bahkan mencakup penggunaan es kering untuk memecah lapisan udara hangat yang memerangkap kabut asap di dekat permukaan tanah. Ketika negara-negara mengeluarkan lebih banyak dana untuk mengubah pola curah hujan yang semakin sulit diprediksi, efektivitas investasi semacam ini pun dipertanyakan, terutama saat kondisi cuaca mencapai tingkat ekstrem.

“Adakalanya tekanan politik untuk melakukan sesuatu begitu besar, meskipun langkah tersebut belum tentu memiliki landasan ilmiah yang kuat,” kata Steven Siems, profesor di Monash University di Melbourne, Australia, sekaligus ketua bersama tim ahli modifikasi cuaca di Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).