Logo Bloomberg Technoz

"Kereta Jepang itu ada toiletnya. Nah, apakah toiletnya akan dikeluarkan sehingga bisa mengangkut lebih banyak penumpang. Nah, detail finalnya seperti apa, kami masih menunggu dari PT KAI," tutur dia.

"Masyarakat ini sangat membutuhkan pelayanan yang berkeselamatan dan tentunya pelayanan yang nyaman. embutuhkan pelayanan yang berkeselamatan dan tentunya pelayanan yang nyaman. Itu yang kita jaga."

Sebelumnya, Komisi VI DPR sebelumnya resmi mengizinkan KAI untuk mengimpor rangkaian KRL bekas yang berasal dari Jepang.

"Komisi VI DPR RI mendorong KAI untuk memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian, khususnya KRL Jabodetabek, dengan meningkatkan industri lokal, dan melakukan impor rangkaian kereta (trainset) bukan baru yang terintegrasi dan berkelanjutan," ujar Ketua Komisi VI Andre Rosiade, awal Oktober lalu.

Dorongan tersebut berasal dari permintaan KAI yang sebelumnya memang mengusulkan untuk mengimpor KRL asal Negeri Sakura tersebut.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, hal itu dilakukan sebagai salah satu solusi transisi kebutuhan sarana sementara seiring penguatan industri perkeretaapiaan di dalam negeri.

35 Trainset Belum Rampung

Di sisi lain, Allan mengatakan, KAI sendiri sejak 2023 lalu sudah berkomitmen untuk melakukan pengadaan sebanyak 35 trainset dan 2 retrofit baru, dengan target rampung sertga beroperasi penuh pada 2027 mendatang.

Hingga saat ini, sebanyak 11 trainset di antaranya merupakan impor kereta baru asal China yang seluruhnya sudah sampai di Indonesia, dan beroperasi sejak Juni 2025 lalu. di sejumlah rute KRL Jabodetabek.

Kemudian, sebanyak 16 trainset lainnya merupakan pengadaan dalam negeri hasil produksi PT INKA. Dari 16 trainset tersebut, 7 diantaranya telah beroperasi, sementara 9 lainnya masih proses produksi.

Masih sisa 8 trainset lagi yang belum ada kejelasan dan tak kunjung berkontrak. Kemenuhb belum dapat memastikan tindaklanjut tersebut, yang sepenuhnya berada di tangan KAI lewat skema bussines-to-bussines (B2B).

"Kita mendorong agar PT KAI segera mengadakan karena kebutuhan mendesak yang kita ketahui semua di stasiun, di lapangan, bahwa memang kita membutuhkan 8 trainset ini segera melayani masyarakat," tutur Allan.

(dhf)

No more pages